Kabar Duka: Mantan Rektor Undip Tutup Usia

Upacara pelepasan jenazah mantan Rektor Undip, Prof. Moeljono S. Trastotenojo, di Auditorium Undip, Senin (29/10 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Undip)
29 Oktober 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kabar duka tengah menyelimuti civitas academica Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Mantan rektor perguruan tinggi negeri (PTN) di Semarang itu, Prof. Moeljono S. Trastotenojo, menghembuskan nafas terakhir di RSUP dr. Kariadi, Minggu (28/10/2018) sekitar pukul 21.43 WIB.

Prof. Moel—sapaan rektor Undip periode 1986-1994—meninggal di usia 84 tahun. Ia merupakan alumnus S1 Kedokteran Universitas Indonesia (UI) tahun 1960.

Setelah menamatkan pendidikan SI, beliau melanjutkan studi dokter spesialis anak pada universitas yang sama. Pada tahun 1968, Prof Moel merampungkan studi Degree on Social Paediatrics di Paediatrics Education Institute of Child Health di London, Inggris. Pada tahun 1981, Prof. Moel dikukuhkan sebagai guru besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Undip.

Semasa hidupnya, almarhum pernah menjabat sebagai Kepala Bagian Ilmu Kesehatan Anak FK Undip (1966-1967), Pembantu Dekan II FK Undip (1966-1967), Dekan FK Undip (1976-1980) dan Pembantu Rektor I Undip (1982). Puncak karier tertinggi almarhum, yakni saat menjabat sebagai rektor di Undip selama dua periode, sejak tahun 1986-1994.

Almarhum meninggalkan istri tercinta Widoretno Moeljono beserta tiga anak dan enam cucu-cucunya. Almarhum dimakamkan, Senin (29/10/2018) di kompleks permakaman keluarga di Salatiga. Sebelum dimakamkan, jenazah disemayamkan di Auditorium Imam Bardjo Kampus Undip Pleburan, untuk memberikan penghormatan terakhir bagi civitas akademica Undip, kerabat dan sahabat yang tampak memenuhi gedung auditorium Imam Bardjo.

Rektor Undip, Prof.Yos Johan Utama, mengungkapkan rasa kehilangan atas berpulangnya Prof. Moeljono yang menurutnya merupkan salah satu putra terbaik Undip di bidang Ilmu Kesehatan Anak, “Undip hari ini kembali kehilangan salah satu putra terbaiknya. Almarhum adalah senior, guru dan salah satu yang ikut membesarkan nama Undip. Sebagai sahabat sekaligus kolega, sungguh saya merasa sangat kehilangan,” ujar rektor saat memimpin upacara penghormatan, Senin.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya