Ralat Keputusan, Kecakapan Timsel KPU Jateng Dipertanyakan

Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu, Teguh Purnomo. (Antara/Istimewa)
30 Oktober 2018 13:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Koordinator Jaringan Advokasi Hukum dan Pemilu Teguh Purnomo mempertanyakan integritas Tim Seleksi Calon Anggota Komisi Pemilihan Umum Kabupaten dan Kota di Jawa Tengah serta KPU terkait dengan ralat keputusan timsel.

"Timsel yang meralat keputusannya sendiri menunjukkan ketidakcakapan mereka dalam memahami peraturan dan mekanisme seleksi. Integritas mereka patut dipertanyakan," kata Teguh Purnomo di Kota Semarang, Jateng, Senin (29/10/2018).

Teguh mengemukakan hal itu ketika menanggapi pernyataan Ketua Timsel Wilayah VI Nur Hidayat Sardini yang menyebutkan keputusan timsel atas perintah dari KPU. Menurut Teguh, tindakan timsel sebagai perbuatan melawan hukum.

Alasan tudingan itu, dalam ketentuan rekrutmen penyelenggara pemiu tidak diatur secara khusus tentang tata cara pembatalan proses yang telah terlewati. Selain itu, lanjut dia, keputusan timsel meralat keputusannya batal demi hukum karena dilakukan setelah masa jabatan timsel berakhir.

"Hal itu membuktikan bahwa kapasitas timsel sangat tidak memahami aturan," katanya.

Atas perbuatan timsel tersebut, menurut Teguh, para pihak yang dirugikan dapat menempuh gugatan melawan hukum dan ganti rugi. Para pihak yang bisa ditempatkan sebagai terlapor adalah timsel KPU kabupaten/kota Jateng, KPU Jateng, dan KPU sekaligus.

Teguh menjelaskan bahwa mereka bisa melaporkan hal itu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) atas pelanggaran kode etik yang dilakukan oleh KPU dan Nur Hidayat Sardini yang selain sebagai ketua timsel juga menjabat sebagai Tim Pemeriksa Daerah DKPP di Jawa Tengah. Nur Hidayat Sardini, kata Teguh yang pernah menjadi anggota Bawaslu Jawa Tengah, juga dapat dilaporkan ke kampusnya tempat bekerja maupun kampus yang memberikan gelar doktor.

"Hal ini karena integritasnya dipertanyakan dan hasil kerjanya sebagai ketua timsel menimbulkan keguncangan dan merugikan banyak pihak," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara