Jaringan di Jateng dan DIY Lemot, Begini Upaya Indosat...

Dirut Indosat, Chris Kanter (tengah), saat menggelar jumpa pers di Nestcology Cafe, Kota Semarang, Senin (29/10 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
30 Oktober 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Indosat Tbk. telah menyiapkan anggaran sekitar 3 miliar US$ atau senilai Rp6 triliun guna memperbaiki sistem pelayanannya. Salah satu pelayanan yang akan diperbaiki tak lain adalah sistem jaringan yang kerap bermasalah.

Hal itu disampaikan Direktur Utama (Dirut) Indosat, Chris Kanter, saat menggelar jumpa pers di Nestcology Cafe, Kota Semarang, Senin (29/10/2018). Demi memperbaiki jaringan agar lebih kompetitif, Chris mengaku akan membangu 4.300 base transceiver station (BTS) yang tersebar di seluruh Indonesia, di mana 1.300 BTS itu berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Kami akui selama dua tahun terakhir ini, jaringan kita mengalami penurunan. Mungkin itu karena perluasan jaringan kita yang terlalu pelan. Makanya, mulai tahun ini kami akan lakukan perbaikan secara menyeluruh,” ujar Chris saat dijumpai Semarangpos.com seusai konferensi pers.

Dengan didirikannya BTS baru itu, total Indosat akan memiliki sekitar 70.000 BTS di seluruh Indonesia. Seluruh BTS itu nantinya sudah menggunakan sistem 4G Overload, sehingga akan semakin mempermudah jaringan pengguna Indosat.

“Kalau BTS ini sudah terpasang, praktis juga akan meng-cover area yang blankspot. Jadi, harapan kami tidak ada lagi daerah yang mengalami lemot jaringan Indosat,” terang Chris.

Chris yang baru ditetapkan sebagai Dirut Indosaat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (17/10/2018), menyatakan siap melakukan transformasi besar-besar. Tak hanya transformasi pada sistem pelayanan, ia juga akan melakukan perbaikan di internal perusahaan Indosat Ooredoo.

“Program transformasi kami terfokus pada tiga hal, yakni people, process, dan business. Total ada 19 area yang akan kami lakukan transformasi, enggak hanya sistemnya, kalau perlu orang-orangnya juga akan kami sasar,” beber Chris.

Sementara itu, DH Indosat Regional Commercial Operations Central and West Java Region, Gunung Hari Widodo, mengatakan saat ini jumlah pelanggan Indosat Ooredoo telah mencapai 75,3 juta. Dari jumlah sebanyak itu, sekitar 28% berada di wilayah Jateng dan DIY.

“Dengan sederet perbaikan ini tentu harapan kami, pelanggan akan semakin bertambah. Selain itu, kepuasan pelanggan dan meminimalisasi aduan juga menjadi prioritas kami,” tutur Gunung.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya