Ribuan Koperasi Tak Sehat di Jateng Emoh Bubar

Perubahan logo koperasi sejak 2012. (Bisnis)
31 Oktober 2018 23:50 WIB Rustam Agus Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Ribuan koperasi tak sehat atau bermasalah di Jawa Tengah enggan membubarkan diri sehingga pemerintah perlu turun tangan langsung. Padahal, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jateng mengidentifikasi lebih dari 3.000 koperasi bermasalah di Jateng.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jateng Ema Rachmawati mengatakan meskipun pihaknya telah mengidentifikasi lebih dari 3.000 koperasi bermasalah, namun tidak ada yang berinisiatif untuk membubarkan diri. "Sejauh ini gak ada yang mengajukan [pembubaran]. Jadi, harus dibubarkan oleh pemerintah," katanya kepada Jaringan Informasi Bisnis Indonesia (JIBI), Senin (29/10/2018).

Ada dua cara pembubaran koperasi, yakni oleh diri sendiri atau dibubarkan oleh pemerintah. Pihaknya pun terus mendorong koperasi yang sudah merasa tidak sehat lagi agar membubarkan diri.

Adapun penyebab koperasi dibubarkan antara lain tidak menggelar rapat anggota tahunan (RAT) selama dua tahun berturut-turut, tidak memiliki alamat yang jelas, hingga tidak berkegiatan sama sekali. "Banyak juga yang memang sudah tidak ada orangnya, sehingga mau membubarkan diri juga gak bisa. Sementara koperasinya masih tercatat," tuturnya.

Ema menyatakan pihaknya terus mendata jumlah koperasi yang tidak sehat. Setiap bulan, koperasi-koperasi tersebut diusulkan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah untuk segera dibubarkan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis