Tekan AKI dan AKB, Undip Terjunkan Maba Dampingi Ibu Hamil

Ratusan mahasiswa baru FKM Undip mengikuti upacara di Kampus Undip, Semarang, sebelum diterjunkan menjadi pendamping kesehatan ibu hamil, Senin (29/10 - 2018). (Semarangpos.com/Humas Undip)
01 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 370 mahasiswa baru (maba) Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang menjalankan tugas sebagai surveilans atau pendamping kesehatan ibu dan anak.

Kegiatan yang merupakan rangkaian dari Prospek Maba itu mulai digelar, Senin (29/10/2018). Para maba itu diterjunkan sebagai surveilans di dua lokasi di Kota Semarang, yakni Kedungmundu dan Meteseh.

Wakil Dekan III FKM Undip, Suyatno, mengatakan kegiatan pendampingan ibu hamil itu merupakan bentuk dukungan civitas academica Undip dalam menyukseskan program Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng), yakni Jateng Gayeng, Nginceng Wong Meteng. Program itu dicanangkan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, untuk menekan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).

“Diharapkan dengan kegiatan ini, mahasiswa memiliki softskill untuk melakukan pendampingan ibu hamil dan  sigap dalam membantu pelayanan kesehatan ibu hamil oleh petugas puskesmas," ujar Suyatno, Selasa (30/10/2018).

Senada diungkapkan Pemina Prospek Maba, Yudhy Dharmawan, yang mengatakan kegiatan pendampingan ibu hamil itu bermanfaat untuk memperkenalkan program kesehatan dini kepada masyarakat.

"Harapannya mahasiswa jadi mampu mendeteksi permasalahan kesehatan di masyarakat dan memberikan solusi yang tepat," tutur Yudhy.

Kegiatan pendampingan kesehatan ibu dan anak yang dilakukan mahasiswa kampus Undip Semarang ini akan berlangsung selama empat bulan. Kegiatan surveilans meliputi pendataan, pendampingan ibu hamil hingga masa nifas, pemantauan wilayah, penapisan kehamilan risiko tinggi, pertolongan pertama kasus komplikasi, hingga pemberian rujukan yang tepat.

Diharapkan dengan pendampingan, data yang diperoleh surveilans dapat dikembangkan menjadi bahan penelitian untuk lebih meningkatkan kesehatan bayi dan ibu hamil dan membantu program pemerintah menekan AKB dan AKI.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya