Pemprov Beranikan Perempuan Jateng Berwirausaha

Pekerja menyelesaikan pembuatan kerajinan bantal dari limbah kain perca di Desa Ngemplak, Mranggen Demak, Jawa Tengah, Senin (4/9 - 2017). (Antara/Aji Styawan)
01 November 2018 16:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendorong perempuan di wilayah setempat berani berwirausaha. Pemprov Jateng bahkan menargetkan pengembangan 1 juta wirausaha perempuan di wilayah ini.

Wakil Ketua DPRD Jateng Sukirman meminta perempuan di Jateng untuk bangkit. Tugas pemerintah daerah untuk memfasilitasi serta mendorong supaya perempuan bisa mandiri. Sebab, perempuan saat ini banyak yang sudah mandiri.

Sukirman menegaskan perlu adanya program 1 juta wirausaha perempuan di Jateng. Dengan demikian, perempuan bisa mandiri dan berdikari untuk mendukung perekonomian keluarga.

Tugas pemerintah, dalam hal ini eksekutif Pemprov Jateng, adalah menyuport program tersebut melalui pembiayaan perbankan. Gubernur Ganjar Pranowo, lanjutnya, telah meminta lembaga keuangan milik daerah seperti halnya Bank Jateng, BPR/BKK untuk memberikan kemudahan peminjaman modal dengan suku bunga yang sangat rendah.

"Siapa saja yang ingin menjadi wirasusaha, coba untuk mencari pinjaman di bank-bank milik Pemprov Jateng dengan bunga yang rendah," kata Sukirman, Rabu (31/10/2018).

Tidak bisa dimungkiri, peran perempuan kurang mendapatkan perhatian besar. Faktor kemiskinan, pendidikan, kesehatan kerap menjadikan para perempuan menjadi tidak berkembang. Keinginan menjadi tenaga kerja wanita (TKW) menjadi potret kenyataan kondisi perempuan daerah yang ingin mengubah nasibnya menjadi lebih baik.

Sebenarnya dengan dukungan dari pemerintah, perempuan tidak perlu ke Hong Kong, Malaysia maupun negara lain untuk bekerja. Termasuk, sambungnya, kasus tingginya angka kematian ibu, menjadi perhatian serius kurangnya fasilitas kesehatan bagi perempuan.

"Saya ingin semua pihak, baik itu suami, keluarga dan pemerintah untuk mendorong perempuan untuk maju. Majunya perempuan menjadi dasar sebuah perkembangan daerah," ucapnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis