Awas, 113 Perlintasan KA di Semarang-Pekalongan Berstatus Rawan

Petugas PT KAI Daops IV Semarang tengah mengecek jalur kereta api di perlintasan Semarang-Pekalongan, Rabu (31/10 - 2018). (Istimewa/Humas PT KAI Daops IV Semarang)
01 November 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sebanyak 113 perlintasan sebidang di jalur kereta api Pekalongan-Semarang hingga kini masih berstatus berbahaya. Perlintasan itu belum ditutup maupun dijaga oleh petugas sehingga rawan terjadinya kecelakaan.

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasional (Daops) IV Semarang, Suprapto, menyebutkan total ada 186 titik perlintasan liar yang ada di sepanjang jalur kereta api Semarang-Pekalongan. Dari jumlah sebanyak itu, baru sekitar 73 titik yang ditutup dengan memasang besi-besi rel.

“Kami berharap para pengguna jalan raya yang akan melintas di perlintasan antara jalur rel dan jalan lebih berhati-hati dan mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada. Berhenti di rambu tanda ‘STOP’, tengok kanan-kiri. Apabila aman, bisa melanjutkan perjalanan. Penjaga pintu dan palang pintu hanyalah alat bantu semata,” ujar Suprapto dalam keterangan resmi, Rabu (31/10/2018).

Sementara itu, dalam rangka meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api, terutama menjelang musim penghujan, PT KAI Daops IV Semarang menggelar pemeriksaan kondisi jalur rel sepanjang Semarang-Pekalongan. Pemeriksaan dengan menggunakan kendaraan dresin itu dipimpin langsung Executive Vice President PT KAI Daops IV Semarang, Yosita, Rabu siang.

Yosita menyebutkan dari Stasiun Pekalongan hingga Stasiun Tawang Semarang terbentang jalur rel sepanjang 89,693 kilometer (Km). Sepanjang jalur itu terdapat 13 stasiun dan dilalui 80 kereta api setiap harinya, baik yang membawa penumpang maupun barang.

Guna menjamin perjalanan kereta api tersebut, dibutuhkan kesiapan suatu sistem keamanan persinyalan dalam pengaturan perjalanan yang andal dan siap operasi pada berbagai cuaca.

“Kedisiplinan dari para petugas dilapangan dalam melaksanakan SOP sangatlah dibutuhkan, agar transportasi kereta api bisa berjalan dengan aman, lancar, nyaman dan tepat waktu," ujar Yosita.

Dalam inspeksi kali ini, PT KAI Daops IV Semarang fokus melakukan pemeriksaan pada kondisi jalur rel dan jembatan, kondisi stasiun dan fasilitas penumpang, kesiapan personil, serta kondisi titik perlintasan sebidang.

Di jalur Pekalongan-Semarang terdapat 283 titik perlintasan, di mana 48 di antaranya telah dijaga petugas KAI, 29 titik dijaga petugas Dishub, 4 titik dijaga petugas nonpegawai, 16 titik flyover atau underpass, dan 186 titik tidak dijaga. Dari 186 titik itu, 73 di antaranya sudah ditutup dengan patok besi dari rel kereta api.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya