Bapak dan Anak Suap Bupati Tasdi, Ganjarannya 3,5 Tahun Bui…

Librata Nababan dan Ardirawinata Nababan, terdakwa penyuap bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi, berkonsultasi dengan penasihat hukum mereka saat sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu (31/10 - 2018). (Antara/I.C.Senjaya)
01 November 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG —  Bapak dan anak, Librata Nababan dan Ardirawinata Nababan, yang didakwa menyuap bupati nonaktif Purbalingga, Tasdi, dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Jawa Tengah.

Hukuman yang dibacakan ketua majelis hakim Aloysius Priharnoto Bayuaji, Rabu (31/10/2018), sama dengan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum. Selain hukuman badan, hakim juga menjatuhkan hukuman denda senilai Rp100 juta yang jika tidak dibayarkan maka akan diganti dengan kurungan selama tiga bulan.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 5 ayat (1) hurif a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dan ditambahkan dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," katanya dalam sidang di Pengadilan Tipikor Semarang, Rabu.

Librata dan Ardirawinata merupakan pihak swasta yang menjadi perantara pemberian suap kepada bupati nonaktif Tasdi. Jaksa menyebut total suap senilai Rp115 juta yang diberikan dalam dua tahap. Uang suap itu merupakan fee dari pemenang lelang proyek Purbalingga Islamic Center, Hamdani Kosen.

Dalam pertimbangan yang memberatkan, menurut hakim, terdakwa sebagai tokoh masyarakat tidak menjalankan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. Atas putusan tersebut, baik terdakwa maupun jaksa penuntut umum menyatakan pikir-pikir.

Selain Librata dan Ardirawinata Nababan, pengadilan juga menjatuhkan hukuman bagi terdakwa lain dalam perkara tersebut. Hamdani Kosen, pengusaha yang memberikan suap kepada Bupati Kebumen, dijatuhi hukuman 3,5 tahun penjara.

Sementara Kepala Unit Layanan Pengadaan Pemerintah Kabupaten Purbalingga, Hadi Iswanto, dijatuhi hukuman empat tahun penjara.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara