Begini Upaya Penjual Mi Instan di Semarang Cegah Pencemaran Limbah Plastik…

Kepala Indofood CBP Divisi Mi Instan Cabang Semarang, Devie Permana, meluncurkan program Green Warmindo di Hotel Patra, Kota Semarang, Kamis (1/11 - 2018). (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
02 November 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk Divisi Mi Instan Cabang Semarang meluncurkan program bertajuk Green Warmindo di Hotel Patra, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), Kamis (1/11/2018). Program tersebut diperuntukan bagi para pengusaha warung burjo dan mi instan agar peduli terhadap sampah plastik, yang merupakan limbah dari warungnya.

Kepala Indofood CBP Divisi Mi Instan Cabang Semarang, Devie Permana, mengatakan program Green Warmindo dicanangkan sebagai bentuk upaya pengurangan limbah plastik dari warung mi yang merupakan mitra Indofood (Warmindo).

“Dengan program ini, kami berharap bisa mengurangi limbah plastik dan mengedukasi para pengusaha Warmindo agar lebih peduli terhadap lingkungan,” ujar Devie di sela acara peluncuran program Green Warmindo.

Devie mengatakan program Green Warmindo saat ini baru digelar di Semarang. Ada sekitar 33 pengusaha Warmindo yang terlibat dalam proyek ini dan sudah mengumpulkan sekitar 1 ton sampah plastik dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

“Semarang saat ini menjadi pilot project program ini. Setelah Semarang, kemungkinan Jogja dan daerah-daerah lain. Semoga, program ini berjalan lancar dan bisa mengurangi limbah plastik, yang memang sulit diurai mikroorganisme sehingga mencemari lingkungan,” terang Devie.

Salah seorang karyawan warung mi dan burjo di Semarang tengah mengumpulkan sampah plastik. (Istimewa-Didi Suhidi)

Devie mengatakan sebelum Green Warmindo diluncurkan, pihaknya telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada para pengusaha Warmindo tentang cara memilah sampah kemasan yang benar. Sampah yang sudah dipilah itu kemudian disetorkan kepada pihak pengepul, yakni Yayasan Bintari yang merupakan mitra Indofood untuk program ini.

Salah seorang pengusaha Warmindo, Didi Suhidi, mengatakan tidak mudah mengumpulkan limbah plastik. Terlebih lagi, para pengusaha Warmindo sudah terbiasa membuang sampah tanpa perlu memilah lebih dulu.

“Karena cukup sulit itu, banyak pengusaha Warmindo yang masih belum mau bergabung. Total dari 250 Warmindo yang ada di Semarang Raya, baru 33 yang mau. Tapi, kami yakin ke depan banyak yang akan bergabung. Toh, ini juga untuk menjaga lingkungan yang baik untuk anak cucu kita nanti,” ujar pria yang juga berstatus sebagai Ketua Paguyuban Pedagang Burjo Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya