FKUB Batang Sebut Bendera Tauhid sebagai Bendera HTI

Forum Komunikasi Ormas Agama Kabupaten Batang bersama Forum Lintas Ormas Agama bersatu menjelang Pemilu 2019. (Antara/Kutnadi)
02 November 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Batang, Jawa Tengah menyatakan dukungan terhadap langkah hukum atas insiden pembakaran bendera tauhid yang disebut sebagai bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) oleh Banser Ansor di Garut, Jawa Barat.

Kantor Berita Antara yang menyebarluaskan berita itu juga menyebutkan bahwa FKUB Batang menyatakan bersepakat dan setuju untuk menolak organisasi kemasyarakatan Hizbut Tahrir Indonesia. "Kami sepakat dan setuju terhadap langkah pemerintah yang telah menolak ormas HTI dan mendukung pembubaran ormas itu karena keberadaannya dapat mengancam Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ketua FKUB Kabupaten Batang, Subkhi di Batang, Jawa Tengah, Kamis (1/11/2018).

Karena itu, lanjutnya, FKUB Batang mendukung langkah hukum yang dilakukan secara transparan oleh polisi atas pembakaran bendera HTI di Garut, Jawa Barat. Menurut dia, pengusutan itu bakal membuat semuanya dapat diketahui oleh masyarakat secara jelas.  "Kami mengajak masyarakat selalu menjaga kerukunan antarumat beragama dan kamtibmas yang yang kondusif di wilayah ini, khususnya menjelang Pemilu 2019 [agar] berjalan aman, lancar dan sukses," lanjutnya.

Bahkan, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Batang Aji Puspito dinyatakan Antara berjanji akan ikut membantu menjaga kondusivitas Kabupaten Batang dan mengedapankan keutuhan NKRI. "Kami berusaha meredam aksi dengan tidak mengerahkan anggota serta ikut meredam gejolak di masyarakat agar tidak berkepanjangan, apalagi menjelang pelaksanaan Pemilu 2019," tuturnya.

Ketua Majelis Umat Islam (MUI) Kabupaten Batang Zaenul Iroqi meminta umat Islam Indonesia terutama warga Kabupaten Batang tetap manjaga ukhuwah islamiyah dan tidak melakukan aksi yang dapat memperpanjang permasalahan terkait peristiwa di Garut. "Saya menyarankan masyarakat tetap sabar dan menyerahkan sepenuhkan pada pihak kepolisian agar permasalahan tersebut cepat terselesaikan. Dengan adanya sejumlah aksi tidak menjadikan masalah cepat selesai melainkan akan memperpanjang masalah," ucapnya.

Kapolres Batang AKBP Edi Suranta Sinulingga mengatakan masyarakat tidak perlu terpancing dan terpengaruh dengan isu yang terjadi di Kabupaten Garut, Jawa Barat. Kondisi keamanan di Kabupaten Batang, kata dia, kini terpelihara dengan kondusif sehingga masyarakat tidak terpancing dengan isu yang menyesatkan yang dapat menimbulkan keresahan dan kegaduhan. "Kami berharap masyarakat tidak terpengaruh dengan peristiwa di Garut. Tokoh agama dan ormas juga dapat memberikan arahan yang menenangkan dan menyejukan kepada masyarakat," tandasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara