4 Rumah di Grobogan Jadi Arang, Korsleting Sebabnya…

Sejumlah warga mengais puing-puing rumah yang ludes terbakar di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jumat (2/11 - 2018). (Antara/Ansori Dok.)
02 November 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, PURWODADI — Empat rumah di Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah terbakar, Jumat (2/11/2018). Api diduga disulut korsleting alias hubungan pendek arus listrik. Kerugian akibat insiden itu ditaksir berkisar Rp400 juta.

Menurut Kapolsek Pulokulon AKP Wibowo di Grobogan, berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kebakaran yang terjadi Jumat sekitar pukul 10.30 WIB itu diduga karena hubungan pendek arus listrik yang berasal dari alat penanak nasi. Untuk itu, dia mengimbau masyarakat untuk memastikan jaringan listrik di dalam rumah aman dari kemungkinan terjadinya korsleting.

"Pastikan bahwa jaringan listrik di dalam rumah menggunakan kabel yang berstandar nasional Indonesia [SNI]," ujarnya.

Meskipun sudah menggunakan kabel SNI, kata dia, tetap ada masa berlakunya berkisar 8-10 tahunan. Oleh karena itu, dia meminta, masyarakat untuk memastikan kabel jaringan listrik di dalam rumah tidak melewati batas usia maksimal pemakaian.

"Jika sudah melampaui batas pemakaian, sebaiknya dilakukan peremajaan guna menghindari kasus korsleting listrik yang menimpa empat rumah," ujarnya.

Kronologis terbakarnya empat rumah warga di Desa Panunggalan, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jateng itu, katanya, berawal dari munculnya asap dari bagian dapur rumah Jasri. Kemudian, lanjut dia, sejumlah warga mengetahui dan berupaya melakukan pemadaman, namun api tetap membesar dan menjalar ke rumah sebelahnya.

Tidak lama berselang, kata dia, dua mobil tangki air milik warga melintas dan diberhentikan oleh warga dan airnya digunakan untuk memadamkan api. Kemudian, lanjut dia, empat mobil tangki pemadam kebakaran datang dan akhirnya api bisa dipadamkan.

Dari keempat rumah yang terbakar, di antaranya milik Jasri, Didik Tjuk Harjono, Mulyanto, dan Sapto Haryanto. "Tercatat hanya tiga rumah yang mengalami kerusakan parah, sedangkan satu rumah hanya rusak sebagian," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara