Ratusan Warga Kersan Tegorejo Dapat Pelayanan Kesehatan Gratis

Perwakilan Djarum Foundation Arvi Oktaviendra (ketiga dari kanan) menyerahkan bantuan Pelayanan Medis Masyarakat Jateng secara simbolis kepada Kepala Ponpes An Nur H.M. Kholidil Wafa (Kanan) di Desa Kersan Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jateng, Sabtu (3/11 - 2018). (Istimewa)
04 November 2018 22:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Solopos.com, KENDAL — Sebanyak 632 warga Desa Kersan Tegorejo, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng) memadati halaman Pondok Pesantren (Ponpes) An Nur Pegandon, Sabtu (3/11/2018). Mereka rela antre demi memeriksakan diri dalam kegiatan pelayanan medis gratis yang diprakarsai Djarum Foundation yang bekerja sama dengan Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN).

Warga desa yang datang ke acara pemberian bantuan pelayanan kesehatan gratis itu kebanyakan manula. Mereka duduk menunggu untuk dipanggil namanya satu per satu untuk dicek kesehatannya. Selain warga, para santri dan para pengasuh Ponpes An Nur turut mendapatkan pelayanan kesehatan dan pengobatan secara gratis di acara tersebut.

Kepala Ponpes An Nur, H.M. Kholidil Wafa, mengatakan sangat berterima kasih atas digelarnya pelayanan medis di ponpes yang ia pimpin. Selain memudahkan santri dalam memeriksakan kesehatan, menurutnya, kegiatan tersebut juga mendapatkan respons positif dari warga.

"Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya dengan adanya pelayanan kesehatan dan pengobatan gratis ini. Dengan program tersebut, harapan kami baik warga dan para santri bisa memanfaatkan sebaik mungkin untuk dapat memeriksakan kesehatannya. Sebab dengan pengobatan pencegahan, akan lebih baik dari pada terlanjur sakit," paparnya seperti dikutip pada siaran pers yang diterima Solopos.com, Minggu (4/11/2018).

Kholidil menambahkan Pos Kesehatan Pesantren (Poskestren) pun lebih aktif lagi dengan adanya dukungan dalam bidang kesehatan. Selain itu, para santri yang menuntut ilmu di ponpes diharapkan tak menderita penyakit serius diderita dengan adanya program seperti itu.

Meski demikian, ia menegaskan para santri dan warga ponpes memang diharuskan terus berupaya mencegah penyakit. Upaya-upaya itu antara lain menjaga kebersihan diri dan lingkungan. "Setidaknya ini merupakan langkah awal pencegahan penyakit,'" imbuhnya.

Sementara itu, Koordiator Yayasan Bhakti Insan Negeri (YBIN), Mada Gautama, mengungkapkan kesadaran kesehatan di ponpes merupakan hal yang sangat penting. Pasalnya, peningkatan kualitas kesehatan di ponpes merupakan faktor penting dalam peningkatan kualitas ponpes.

"Apabila para santri sehat, tentunya dalam menyerap ilmu akan mudah dan harapannya mendapatkan prestasi yang bagus. Namun apabila banyak santri yang sakit maka proses belajarnya pun terganggu, tentu ini mempengaruhi prestasi dan aktivitas para santri," ungkapnya.

Sedangkan Perwakilan Djarum Foundation, Arvi Oktaviendra, menjelaskan program di ponpes tersebut bukan hanya pemeriksaan kesehatan dan pemberian obat gratis, namun para peserta kegiatan yang datang juga diberikan pemahaman dan penyuluhan tentang kesehatan secara umum.

"Dalam kegiatan ini, kami coba membantu masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan secara cepat, meski sudah ada poskestren dan puskesmas. Kami berharap, setelah kegiatan ini, para santri serta masyarakat di sekitar pondok, bisa terus melakukan aktivitasnya sehari-hari dengan kondisi badan yang sehat,'' kata Arvi.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya