Korban Lion Air JT-610 Dimakamkan di Temanggung

Pemakaman Wahyu Susilo, salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di kampung halamannya, Dusun Macanan, Desa Monosari, Bansari, Temanggung, Jateng, Minggu (4/11 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
05 November 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Wahyu Susilo, salah seorang korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 di perairan Kerawang, Jawa Barat dimakamkan di kampung halamannya, Dusun Macanan, Desa Mojosari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu (4/11/2018).

Jenazah Wahyu Susilo tiba di Dusun Macanan, Minggu siang. Jenazah selanjutnya disalatkan di masjid dusun setempat oleh para pelayat. Seusai disalatkan, dilakukan upacara pemberangkatan jenazah.

Isak tangis dari istri korban dan keluarga pun tidak terbendung ketika jenazah Wahyu mulai diberangkatkan ke tempat permakaman umum. Ikut mengantar ke permakaman tersebut antara lain pihak keluarga, tetangga, perwakilan tempat kerja, dan perwakilan dari maskapai Lion Air.

Meskipun saat ini Wahyu berstatus warga Klaten, atas permintaan keluarga, Wahyu dimakamkan di tanah kelahirannya di Dusun Macanan yang tidak jauh dari rumah orang tua Wahyu.

Perwakilan maskapai Lion Air, Slamet Dauri, mengatakan proses pemulangan jenazah menuju ke rumah duka sepenuhnya ditanggung oleh Lion Air. Pihaknya juga akan memberikan uang santunan kepada keluarga korban, namun saat ini masih dalam proses penyelesaian.

Wahyu Susilo meninggalkan seorang anak dan seorang istri yang kini tengah mengandung dua bulan. Wahyu Susilo merupakan satu dari sejumlah korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 yang telah berhasil diidentivikasi. Korban tercatat sebagai karyawan PT Kencana Agri yang saat kejadian akan menuju Pangkal Pinang untuk melakukan survei kelapa sawit milik perusahaannya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara