BI Sebutkan Hal-Hal Ini Pemicu Inflasi di Jateng...

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo. (Antara/Heru Suyitno)
06 November 2018 07:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo mengungkapkan komoditas cabai dan jeruk menjadi penyumbang inflasi di Jateng di Oktober 2018. Selain itu, ada juga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax, yang mendorong inflasi di provinsi ini.

"Ada dua hal penyebab utama inflasi di Jateng, yakni kemarin ada kenaikan harga BBM jenis Pertamax dan kenaikan harga cabai," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah Hamid Ponco Wibowo seusai meresmikan BI Corner di Universitas Tidar (Untidar) Magelang, Jateng, Senin (5/11/2018).

Hamid menuturkan sebelumnya terjadi panen raya cabai dan harganya turun dan bulan Oktober kemarin sudah kembali ke harga normal atau naik lagi sehingga terjadi inflasi. "Ada sekitar 0,06% dari cabai merah, cabai rawit. Inilah salah satu penyumbang inflasi di bulan Oktober 2018, di samping komoditas lain seperti jeruk. Jeruk juga penyumbang inflasi mungkin banyak pesta di sini sehingga harga jeruk jadi naik," katanya.

Namun, pihaknya optimistis di akhir tahun akan sesuai target yang telah ditetapkan, angka inflasi 3,5 plus minus 1%. Ia menuturkan sampai dengan bulan Oktober 2018, inflasi di Jateng 2,13% sehingga dengan dua bulan ini bisa tercapai, karena biasanya inflasi bulan Desember akan naik.

Ia menyampaiakan di bulan Desember, pada akhir tahun banyak kegiatan, yang mendorong kenaikan inflasi di bulan tersebut, antara lain ada kegiatan tahun baru, liburan sehingga ongkos transportasi yang akan meningkat.

Menurut dia untuk mengantisipasi inflasi, pihaknya berkoordinasi dengan tim pengendalian inflasi daerah bersama pemprov supaya tidak ada gejolak harga yang ekstrem, seperti cabai pada sisa dua bulan ini mudah-mudahan stabil sehingga tidak banyak berpengaruh terhadap inflasi. "Tetapi untuk yang transportasi kita tidak bisa melarang orang untuk bepergian, tetapi paling tidak ada imbauan jangan sampai harga tiket pesawat naik terlalu tinggi," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara