Batang Tawarkan 6 Produk Unggulan Pariwisata, Inilah Perinciannya...

Bupati Batang Wihaji bersama aparatur sipil negara (ASN) melakukan kegiatan bimbingan teknis di objek wisata Si Kembang Kecamatan Blado. (Antara/Kutnadi)
06 November 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang menawarkan enam produk unggulan masyarakat untuk mendukung kemajuan program pariwisata di daerah setempat. Diharapkan promosi sistematis mampu membuat pariwisata Batang lebih dikenal oleh wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bupati Wihaji mengatakan keenam produk unggulan tersebut adalah emping mlinjo, minyak atsiri, batik tulis, komoditas kerajinan kulit, madu, dan gula semut. "Produk-produk ini tidak hanya menjadi andalan di desanya masing-masing namun pangsa pasarnya juga sejauh ini sudah teruji. Produk warga desa itu bahkan sejauh ini telah memenuhi permintaan pasar luar Jawa," katanya di Batang, Jateng, Selasa (6/11/2018).

Ia mengatakan produk emping mlinjo tersebar di Kecamatan Limpung terutama di Desa Ngaliyan, minyak atsiri (Kecamatan Reban), batik Tulis di Desa Denasri Kulon, Kecamatan Batang, kemudian komoditas kerajinan kulit di Desa Masin, Kecamatan Warungasem, produk madu dari Desa Kedawung, Kecamatan Banyuputih dan Gringsing, serta gula semut di Kecamatan Tersono. Selain produk tersebut, kata dia, pemkab juga masih memiliki produk unggulan lainnya seperti kerajinan bambu di Desa Sodong, Kecamatan Wonotunggal dan sentra buah pisang di Kecamatan Pecalungan.

Menurut dia, pemkab kini memiliki tiga program prioritas yang secepatnya ditindaklanjuti yaitu soal rendahnya indeks pembangunan manusia (IPM), peningkatan investasi, serta pembangunan pariwisata melalui tagline "Visit to Batang Year 2002" dan "Batang Heaven of Asia". "Pada program pariwisata kami berusaha menopang 'one village one product' karena pariwisata di Batang mempunyai kekuatan alam. Adapun masalah investasi ada magnet PLTU," katanya.

Adapun, untuk sektor pendidikan yang menjadi indikator IPM, menurut dia, strateginya adalah dengan menggandeng Universitas Diponegoro (Undip) Semarang untuk membuka kampus di wilayah Kecamatan Bandar melalui Program Studi Di Luar Kampus Utama (PSDKU). "Bayangkan, perputaran ekonomi setiap tahunnya dari 5.000 mahasiswa dengan rata-rata pengeluarannya Rp1 juta per bulan maka dapat mencapai Rp50 miliar per tahun. Kepada mahasiswa Undip angkatan ini saya pesan tolong bantu promosikan Batang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara