Kudus Lombakan Cita Rasa Kopi Muria, Ini Tujuannya...

Pegawai Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mencicipi cita rasa kopi saat perlombaan uji cita rasa kopi Muria, Senin (5/11 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
06 November 2018 12:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Senin (5/11/2018), menggelar lomba uji cita rasa kopi yang ditanam di kawasan Pegunungan Muria, Kudus, Jawa Tengah. Lomba itu digelar untuk mengetahui kualitas kopi yang ditanam para petani di kawasan pegunungan tersebut.

Lomba uji cita rasa kopi muria tersebut di gelar di Balai Jagong Kudus atau kawasan Sport Center Kudus yang diikuti 41 peserta yang berasal dari Kecamatan Dawe dan Gebog, Kabupaten Kudus. Tiap-tiap kopi hasil produksi ke-41 petani kopi tersebut diuji oleh para juri untuk diketahui kualitas tanaman kopi yang mereka hasilkan.

"Kebetulan, dari kedua kecamatan tersebut memang banyak petani kopi," kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus Catur Sulistiyanto di Kudus, Jateng, Senin.

Ia berharap adanya lomba cita rasa kopi muria ini bisa diketahui kelemahan dari petani kopi di Kudus selama ini di bidang apa. Setidaknya, lanjut dia, kualitas kopi di Kabupaten Kudus nantinya bisa disejajarkan dengan daerah lain yang memang menghasilkan kopi berkualitas.

Apalagi, kata dia, setelah lomba uji cita rasa kopi muria ini, digelar talk show sehingga para petani bisa mendapatkan informasi seputar tata cara penanaman kopi yang benar sehingga hasil panennya bisa laku dengan harga tinggi.

Dalam rangka membantu meningkatkan produktivitas tanaman kopi muria, Dinas Pertanian Kudus akan memberikan bibit tanaman kopi unggul. Luas lahan tanaman kopi di Kabupaten Kudus saat ini mencapai 615 ha dengan jumlah petani mencapai 150-an petani. Adapun jenis tanaman kopi yang dominan ditanam petani merupakan robusta, sedangkan beberapa petani terutama di Desa Semlira menanam tanaman kopi arabika.

Barista dari Java Legend Kopi Pati, Bagus Pristian, mengungkapkan untuk mendapatkan tanaman kopi berkualitas, faktor paling dominan terkait perlakuan pascapanen.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara