Jenazah AKBP Mito Korban Lion Air Disambut Rekan Seangkatan di Bandara Ahmad Yani

Sejumlah perwira Polri tengah mengusung peti jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air, AKBP Mito, di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa (6/11 - 2018). (Semarangpos.com/Ditintelkam Polda Jateng)
06 November 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Sejumlah anggota Polri berpangkat perwira menengah tampak berkumpul di area terminal kargo Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Kota Semarang, Selasa (6/11/2018) siang. Raut wajah mereka terlihat sedih seperti seseorang yang baru kehilangan sosok yang dicintai.

Di antara para perwira itu bahkan tampak Kapolres Brebes, AKBP Sugiarto; Kapolres Pemalang, AKBP Agus Setiawan, dan Kasubdit IV Ditintelkan Polda Jawa Tengah (Jateng), AKBP Guki Ginting.

Mereka yang merupakan lulusan Akademi Polisi (Akpol) tahun 1998 itu tak lain tengah menunggu kedatangan jenazah salah satu korban jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP, yang juga merupakan teman satu angkatan, AKBP Mito.

AKBP Mito merupakan salah satu dari ratusan penumpang pesawat Lion Air PK-LQP yang jatuh di perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat (Jabar), pekan lalu. Setelah diidentifikasi tim Disaster Victim Identification (DIV) Polri, jenazah AKBP Mito pun dipulangkan ke keluarganya untuk dimakamkan.

“Saya sebagai teman seangkatan almarhum di Akpol merasa sangat kehilangan. Almarhum dengan saya sama-sama lulus tahun 1998. Tentu banyak kenangan akan beliau. Beliau dikenal pendiam dan baik kepada siapa saja. Satu hal lagi yang saya ingat, beliau itu orangnya ringan tangan, suka membantu teman,” ujar AKBP Agus Setiawan, kepada wartawan di Bandara Ahmad Yani Semarang, Selasa.

Jenazah AKBP Mito dibawa dari ke Bandara Ahmad Yani Semarang dari Jakarta dengan menggunakan pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6356. Para rekan sejawat korban, langsung mengusung peti jenazah korban begitu tiba dan memasukkan ke mobil ambulans milik Polda Jateng yang terparkir di terminal kargo.

Jenazah korban selanjutnya dibawa menuju kampong halamannya di Cepiring, Kendal. Jenazah rencana dikebumikan, Rabu (7/11/2018).

Kasubdit IV Ditintelkam Polda Jateng, AKBP Guki Ginting, mengatakan keluarga almarhum di Cepiring sempat mendapat firasat sebelum pesawat Lion Air PK-LQP jatuh.

“Salah satu keluarga sempat bermimpi mendapat ayam potong, pas sebulan lalu. Terus ketika dua pekan lalu pulang ke Kendal, pakaian dinas korban tertinggal di rumah. Nah, sebelum kejadian dia juga minta disuapin kakak iparnya,” terang Guki.

Sementara itu, melalui pernyataan tertulis yang diterima Semarangpos.com, Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, menyebutkan saat ini sudah ada 27 jenazah korban Lion Air PK-LQP yang telah diidentifikasi. Ke-27 korban itu, yakni Rudolf Petrous Sayers (laki-laki), Eka Suganda (laki-laki), Fifi Hajanto (wanita), Hendra (laki-laki), Dede Anggraini (wanita), Vera Junita (wanita), Restia Amelia (wanita), Eryanto (laki-laki), Reni Ariyanti (wanita), Muhammad Ravi Andrian (laki-laki), Niar Ruri Sunarniat Soegiyono (laki-laki), Sudibyo Onggowardoyo (laki-laki) dan Mito (laki-laki).

Selanjutnya, jenazah yang telah diidentifikasi, yakni Dodi Junaidi (laki-laki), Muhammad Nasir (laki-laki), Janry Efriyanto Sianturi (laki-laki), Karmin (laki-laki), Harwinoko (laki-laki), Verian Utama (laki-laki), Rohmanir Pandi Sagala (laki-laki), Fauzan Azima (laki-laki), Wahyu Susilo (laki-laki) dan Endang Sri Bagus Nita (wanita), Chandra Kirana (laki-laki), Monni (wanita) dan Hizkia Jorry Saroinsong (laki-laki), dan Jannatun Shintya Dewi (wanita).

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya