Ini Cerita Bos Pengelola Candi Borobudur Jemput Mariah Carey di Bandara

Mariah Carey. (Reuters)
07 November 2018 04:50 WIB Herdiyan Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Mariah Carey, diva pop asal Amerika Serikat, tampil di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Selasa (6/11/2018) malam. Ini cerita bos pengelola Candi Borobudur kala menjemput Mariah Carey di bandara.

Pelantun lagu Hero ini manggung dalam Himbara Borobudur Symphony 2018 yang dipromotori langsung oleh BUMN PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko (Persero) atau TWC dengan menggandeng event consultant Rajawali Indonesia. Penyanyi yang akrab disapa Mimi ini tiba di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta, sekitar pukul 01.20 WIB Minggu (4/11/2018) pagi.

Manajemen penyanyi itu memang menginginkan agar pesawat pribadinya mendarat di Yogyakarta di luar jam operasional bandara. Mariah Carey disambut langsung oleh Direktur Utama PT TWC Edy Setijono Direktur Keuangan SDM & Investasi PT TWC Palwoto, dan Event Consultant Rajawali Indonesia Communication yang diwakili oleh Bakkar Wibowo yang juga bertindak sebagai Creative Director Borobudur Symphony 2018.

Direktur Utama PT TWC Edy Setijono menceritakan detik-detik saat menjemput Mimi. Saat pesawat tiba di parkiran, Mimi membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk keluar pesawat. Saat keluar dari pesawat, Edy melihat Mimi agak sedikit tegang. “Mungkin saat itu kondisi bandara terlihat gelap gulita,” ujarnya saat jumpa pers jelang gelaran Himbara Borobudur Symphony 2018, Senin (5/11/2018).

Namun, tak lama suasana langsung mencair karena melihat tingkat anak kembarnya, Moroccan Scott Cannon dan Monroe Cannon, yang melihat kodok melompat-lompat di tanah. Lalu, keduanya mengejar binatang itu ke sana kemari sehingga bertemu sekawanan kodok. “Anaknya menceritakan kepada Mariah Carey bahwa mereka melihat kodok, lalu dijawab Mariah Carey itu keluarga kodok. Jadi obrolan biasa layaknya ibu dan anak,” tuturnya.

Saat menunggu proses imigrasi, Mimi tak pernah berhenti bersenandung untuk menjaga kualitas dan hafalan lagu miliknya. Setelah proses imigrasi selesai, Mariah Carey dijamu di VVIP Room Bandara Adisutjipto dan disuguhkan jajanan pasar, seperti dadar gulung. “Dia memang bilang merasa aneh tapi suka dengan makanan yang disajikan,” ujarnya.

Tak lupa, kata Edy, Mimi mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diterimanya saat pertama kali menjejakkan kaki di Yogyakarta. “Dia sangat terkesan dan selalu tersenyum, meski capek melakukan tour,” ujarnya.

Dia menambahkan Mimi sangat senang dan excited ingin segera tampil di salah satu bangunan warisan budaya dunia, yaitu Candi Borobudur. Dalam lawatannya, Mariah Carey turut serta memboyong keluarganya untuk datang memeriahkan Himbara Borobudur Symphony 2018.

Event Consultant Himbara Borobudur Symphony 2018 dan CEO Rajawali Indonesia Communication Anas Syahrul Alimi bahkan mengungkapkan Mariah Carey meminta untuk disiapkan blangkon, lurik, dan selop untuk anaknya. “Permintaannya nggak macam-macam, cuma minta dibelikan blangkon, lurik, dan sandal selop. Permintaan itu langsung kami penuhi,” tuturnya.

Memenuhi segala riders diva internasional berusia 47 tahun itu, menurut Anas, bukan masalah rumit, namun justru menarik. Diakuinya dia dan pihak promotor sudah berganti riders sebanyak lima kali. “Saya rasa itu bentuk perfeksionis mereka, termasuk hari ini Mariah tidak ikut prescon karena ingin jaga suaranya. Jadi setelah konser di Singapura, dia langsung terbang ke Indonesia, istirahat dua hari full. Di negara lain pun dia juga tidak prescon,” kata Anas.

Dia menuturkan pihaknya memastikan untuk seluruh persiapan dari gelaran ini sudah aman terkendali. “Sejak pekan lalu, seluruh tim produksi yang bertugas telah diberangkatkan ke lokasi pertunjukan untuk melakukan loading dan mempersiapkan berbagai hal yang diperlukan,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis