Kapolda Jateng: Beda Pilihan Bukan Alasan Perpecahan

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono dan Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta, Brigjen TNI Muhammad Zamroni memberikan semangat dalam apel tiga pilar Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kades/Lurah di Temanggung, Selasa (6/11 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
07 November 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol. Condro Kirono menyampaikan perbedaan pilihan pada Pemilu 2019 jangan sampai membuat perpecahan di tengah masyarakat. "Berbeda itu suatu hal yang biasa. Namun, yang perlu dikelola adalah perbedaan jangan sampai mengerucut sehingga menimbulkan konflik," katanya di Temanggung, Selasa (6/11/2018).

Kapolda Condro Kirono mengatakan hal tersebut usai apel tiga pilar: babinsa, bhabinkamtibmas, dan kades/lurah di Graha Bhumi Phala kompleks Setda Temanggung. Acara ini dihadiri Danrem 072/Pamungkas Yogyakarta Brigjen TNI Muhammad Zamroni.

Menurut Condro Kirono, persamaan-persamaan yang harus ditonjolkan, jangan perbedaannya. Ia berpendapat bahwa tiga pilar ini sangat strategis karena berada di desa/kelurahan yang merupakan komunitas masyarakat, semua aktivitas kehidupan bermasyarakat berada di sana, pembangunan juga di sana, dan konflik pun juga awalnya di sana.

"Tiga pimpinan itu harus terus dimotivasi agar mereka kompak, mereka solid sehingga bisa bersinergi. Jika ada persoalan di antara ketiga pilar itu, harus diselesaikan bersama-sama. Kalau mereka tidak bersinergi, saya yakin hasilnya tidak optimal," katanya.

Saat ini telah memasuki tahapan kampanye Pemilu 2019 dan dinamikanya makin dinamis. Namun, dia bersyukur Jateng tetap kondusif dan tetap aman. "Polda dengan unsur TNI terus mengonsolidasikan langkah-langkah preentif dan prefentif agar tidak sampai terjadi perpecahan walaupun beda pilihan," katanya.

Oleh karena itu, dalam kegiatan ini dilakukan ikrar netralitas penyelenggara pemilu, TNI, Polri, dan ASN. Selain itu, deklarasi damai peserta pemilu. "Hal itu ditegaskan kembali, disosialisasikan kembali," katanya.

Ia menegaskan bahwa tiga pilar (kepala desa, babinsa, dan bhabinkamtibmas) menjadi pimpinan terdepan, ujung tombak dalam mengelola sebuah situasi kamtibmas, dan situasi keamanan ketenteraman di desanya. "Desa menjadi tempat untuk kontestasi para calon wakil rakyat yang ada di situ maupun pasangan calon presiden/wakil presiden," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara