Pemprov Jateng Bakal Kirim Lebih Banyak Pekerja Magang ke Jepang, Mau Ikutan?

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, berbincang dengan peserta program magang di Jepang, Rabu (7/11 - 2018). (Jatengprov.go.id)
08 November 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) bakal mengirim lebih banyak tenaga muda untuk mengikuti program magang di Jepang. Selain untuk mendapat gaji yang besar, kerja magang di perusahaan Jepang akan meningkatkan etos kerja dan keterampilan pemuda Jateng sehingga mampu menjadi wirausaha.

Hal itu disampaikan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, saat melakukan pertemuan dengan CEO International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Kyoei Yanagisawa, di Tokyo, Rabu (7/11/2018). IM Japan merupakan perusahaan yang menjalin kemitraan pekerja magang dengan Jateng sejak 1993.

“Program ini sangat disenangi karena bisa menimba ilmu dan pengalaman langsung di Jepang, sehingga mereka bisa menjadi tenaga kerja terlatih,” ujar Ganjar dikutip laman Internet resmi Pemprov Jateng, Rabu.

Untuk bisa mengirim peserta magang ke Jepang, kata Ganjar, Pemprov Jateng tahun ini melaksanakan dua kali seleksi. Seleksi pertama digelar di Semarang, Mei lalu, dengan diikuti 118 peserta. Sementara, seleksi kedua digelar September dengan jumlah peserta mencapai 1.613 orang.

Ganjar mengatakan, dari 15 negara peserta program magang, Indonesia adalah negara dengan peserta terbanyak dibanding negara lain. Sejak 1993 tercatat 41.377 orang dari Indonesia yang mengikuti program magang di Jepang, di mana hampir separuhnya berasal dari Jateng atau sekitar 21.000 orang.

Sementara, jumlah peserta magang dari Thailand mencapai 4.557 orang dan Vietnam 5.663 orang.

“Meskipun, peserta harus melewati tes yang cukup susah. Yang lolos itu cuma 20-30%. Ini jadi catatan kami, barangkali perlu ditingkatkan persiapannya, terutama fisik dan bahasa,” kata Ganjar.

Melihat keseriusan Pemprov Jateng dalam program magang tersebut, CEO IM Japan siap berkunjung langsung ke Jateng. Terlebih beberapa perusahaan Jepang telah berdiri di Jateng, seperti Kubota yang pabriknya berada di Semarang. Untuk jajaran manajemen dan pekerja Kubota mayoritas merupakan alumni IM. Selain itu, produk Kubota Semarang juga telah menembus pasar ekspor dunia.

“Tes memang ketat karena kondisi yang dibutuhkan di sini berbagai macam. Tapi kami berharap setelah selesai magang mereka punya skill untuk membantu pengembangan ekonomi indonesia,” katanya.

Ada dua program magang yang dibuka IM, yakni tiga dan lima tahun. Untuk Program 3 tahun peserta akan memperoleh uang saku 500.000 Yen atau setara Rp64.965.143, dan untuk program lima tahun akan memperoleh 1 juta Yen atau Rp129.930.287.

“Jika ditambah gaji, Ketika selesai magang peserta bisa bawa pulang uang antara Rp300 juta hingga Rp500 juta rupiah. Uang ini bisa jadi modal sebagai wirausaha, kalau mau bekerja akan ditempatikan di perusahaan jepang di Indonesia,” katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya