Menpora Bakal Hadiri Borobudur Maraton 2018

Konseptor Borobudur Maraton 2018 Lukminto Wibowo (kiri) berfoto dengan Ketua Yayasan Borobudur Maraton, Liem Chie An. (Antara)
08 November 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi direncanakan menghadiri Borobudur Maraton 2018 yang dijadwalkan digelar di kawasan Objek Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, 17-18 November 2018.

"Kami sudah bertemu dan berdiskusi, beliau [Menpora Imam Nahrawi] menyatakan apresiasinya serta siap hadir di Magelang nanti," kata Konseptor Borobudur Maraton 2018 Lukminto Wibowo saat dihubungi Kantor Berita Antara dari Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (7/11/2018).

Rekomendasi Redaksi :

Pria yang juga menjabat sebagai General Manager Event Kompas itu menyebutkan Borobudur Maraton 2018 akan diikuti pelari dari lima benua. "Borobudur Maraton tahun ini akan diikuti ratusan pelari internasional dari Benua Asia, Amerika, Afrika, Eropa, dan Australia yang bakal bersaing di Magelang, sedangkan peserta mancanegara terbanyak berasal dari Malaysia serta Singapura," ujarnya.

Ia mengharapkan Borobudur Maraton yang melombakan nomor elite dan non-elite ini, sesuai arahan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dapat memberikan dampak ikutan. Oleh karena itu, panitia sudah mendesain agar Borobudur Maraton benar-benar tidak hanya sebagai sport tourism, tapi juga bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitaar.

"Diharapkan ada dampak ekonomi, wisata, olahraga, prestasi, dan `fun` yang ditimbulkan. Kami bersyukur, sekarang saja hampir semua hotel di Magelang untuk tanggal pelaksanaan Borobudur Maraton sudah dipesan dan terisi," katanya.

Berdasarkan data panitia, pada 2017, tercatat sebanyak Rp14 miliar beredar pada hari penyelenggaraan Borobudur Maraton dan tahun ini diharapkan tentu jauh lebih besar. Luki—panggilan akrab Lukminto Wibowo—mengungkapkan ada hal menarik terkait penyelenggaraan Borobudur Maraton pada tahun ini yakni perkembangan asal peserta di level nasional.

Jika pada 2016, kata dia, hampir semua peserta Borobudur Maraton merupakan warga Magelang, sedangkan pada 2018 ini, tercatat sebanyak 86 persen peserta berasal dari luar Magelang. "Realitas ini naik tajam dibanding 2017, dimana ada 61 persen peserta non-Magelang yang berlomba," ujarnya.

Rute Borobudur Maraton 2018 masih sama seperti tahun sebelumnya yaitu dimulai dari pelataran Candi Borobudur dan pihak panitia sudah mengantongi sertifikat IAAF terkait rute tersebut, serta berlaku selama empat tahun.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara