Bisnis Ikan Louhan Kembali Menggeliat

Pedagang ikan hias menunjukkan ikan louhan. (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
08 November 2018 15:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Pembudi daya ikan louhan di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah kini kembali bermunculan menyusul menggeliatnya lagi bisnis ikan hias berkepala nonong itu. Bisnis berlatar belakang hobi itu sempat meredup selama bertahun-tahun.

Zakki Mubarak, salah seorang penjual ikan louhan, menerangkan kegemaran memelihara ikan louhan yang pernah booming era 2000-an itu, kini mulai diminati kembali. Zaki telah menggeluti bisnis tersebut sejak 2009.

Diakuinya, saat awal menggeluti bisnis tersebut, ia memang tidak banyak menjual ikan louhan. Namun, sekarang, bisnis itu berkembang menjadi lebih besar sehingga ia pun menyediakan berbagai ikan louhan seiring banyaknya permintaan.

Harga jualnya, kata Zakki, juga beragam sesuai jenis, ukuran, serta keindahan warna pada tubuh ikan. “Di antaranya, terdapat jenis kamva, cencu, sub red dragon [SRD], dan sub red monkey [SRM],” paparnya di Kudus, Jateng, Kamis (8/11/2018)

Untuk jenis louhan tertentu, kata dia, memang harganya sangat mahal, seperti jenis kamva harga jualnya antara Rp5 juta hingga Rp7 juta sesuai komposisi warna yang bisa ditampilkan. "Ketika mutiara yang terdapat pada nonong ikan lengkap harganya bisa mahal," ujarnya.

Meskipun penjualannya masih belum sebaik era tahun 2000-an, katanya, kehadiran media sosial Facebook turut membantu penjualannya. Bahkan, tanpa harus mengeluarkan biaya besar, ia bisa sudah mempromosikan ikan yang hendak dijual.

Usaha lainnya, yakni dengan mengikuti berbagai pameran di berbagai kota untuk mengenalkan kembalinya ikan louhan di pasaran serta usaha budi daya miliknya. Saat ini, lanjut dia, tidak hanya sekadar budi daya pembesaran, bahkan sudah ada yang bisa melakukan pembiakan sendiri.

Christa, penjual ikan louhan lainnya mengakui bahwa bisnis ikan louhan memang mulai bergeliat. Dengan adanya pameran ikan louhan, katanya, turut mempromosikan serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk mendongkrak harga jualnya.

Terkait penjualan, kata dia, memang masih mengandalkan komunitas karena ada lelang ikan dengan jenis tertentu. Selain itu, penjualannya juga bisa melalui media sosial facebook tanpa harus mengeluarkan biaya.

Ia mengakui kembali menggeluti usaha ikan louhan belum lama, menyusul mulai bergeliatnya bisnis budi daya ikan louhan. "Pencinta ikan louhan juga mulai bermunculan sehingga mendorong para pembudidaya ikan hias tersebut kembali termotivasi untuk menekuni usaha tersebut," ujarnya.

Adanya kontes ikan louhan, katanya, turut mendongkrak bisnis jual beli ikan louhan semakin berkembang. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara