Hakim Tak Siap, Vonis Penyelundup Sabu-Sabu Asal Thailand Ditunda

Walaiwan Boonyiam, warga negara Thailand yang didakwa menyelundupkan 1,16 kg sabu/sabu seusai menjalani sidang di PN Semarang. (Antara/I.C.Senjaya)
08 November 2018 17:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Walaiwan Boonyiam, warga negara Thailand yang didakwa menyelundupkan 1,16 kg sabu-sabu melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang batal menerima vonis, Kamis (8/11/2018) ini. Hakim mengaku tak siap menjatuhinya keputusan.

Hakim yang menyidangkan perkara tersebut menyatakan belum siap membacakan vonis. "Majelis mohon maaf belum bisa membacakan putusan pada hari ini," kata ketua majelis hakim PN Semarang Aloysius Priharnoto Bayu Aji dalam sidang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).

Hakim selanjutnya menunda sidang hingga Senin (12/11/2018) mendatang dengan agenda pembacaan putusan. Hakim memerintahkan kepada jaksa penuntut umum untuk menghadirkan terdakwa pada sidang tersebut.

Sebelumnya, Walaiwan Boonyiam, penyelundup 1,16 kilogram narkotik jenis sabu-sabu melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dituntut hukuman 19 tahun penjara. Jaksa penuntut umum Sateno juga meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman berupa denda senilai Rp1 miliar yang jika tidak dibayarkan maka harus diganti dengan kurungan selama enam bulan.

"Menyatakan terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 114 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," katanya.

Dalam uraiannya, jaksa menyatakan, terdakwa Walaiwan diperintah oleh seseorang di Thailand untuk mengantar barang. "Terdakwa dijanjikan upah sebesar 20.000 baht sepulangnya ke Thailand," katanya.

Terdakwa diberi sebuah tas yang harus diantar ke Indonesia dan sebuah telepon seluler untuk berkomunikasi. Tas berisi 1,16 kg sabu-sabu tersebut diketahui petugas saat pemeriksaan di Bandara Ahmad Yani Semarang.

Perbuatan yang melakukan kejahatan narkotika tersebut diyakini mendapat dukungan dari jaringan internasional. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara