BMKG: Waspadai Longsor di Awal Penghujan!

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati tampil dalam pelatihan pengamatan agroklimat bagi petani bawang putih di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng. (Antara/Heru Suyitno)
08 November 2018 19:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai bencana tanah longsor memasuki awal musim penghujan tahun ini. 

"Saat ini, kita memasuki musim hujan, termasuk di daerah Magelang ini sudah mulai awal musim hujan. Meskipun hujan belum merata, harus sudah mulai waspada terhadap bencana longsor," katanya di Magelang, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).

Ia menyampaikan hal tersebut seusai menghadiri pembukaan pelatihan pengamatan agroklimat bagi petani bawang putih di Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.  Ia mengatakan apalagi wilayah Kabupaten Magelang ini dikelilingi oleh perbukitan Menoreh, Gunung Sumbing, Genung Merapi, dan Gunung Merbabu jadi seperti mangkok dikelilingi oleh topografi yang tinggi.

"Topografi tersebut rawan mengalami longsor karena kondisi batuannya dan juga pemanfaatan lahan, dan beberapa dipotong untuk jalan serta untuk pengembangan. Hal ini kalau tidak terkontrol bisa mengakibatkan potensi longsor," katanya.

Menurut dia yang penting adalah bagaimana mewaspadai bencana tersebut, melakukan mitigasi, dan menengarai zona-zona mana yang tidak boleh diganggu dan mana yang bisa dikembangkan. Ia menuturkan sekarang masuk musim hujan harus memahami tanda-tanda awal akan longsor sehingga bisa menyingkir dari tempat tersebut," katanya.

Ia menuturkan puncak musim hujan diperkirakan pada Januari-Februari 2018. Saat ini sebagian wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan dan di wilayah timur Indonesia saat ini masih kemarau. "Kita sudah harus mulai mewaspadai peningkatan intensitas hujan mulai bulan November ini," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara