Terpeleset saat Jaring Ikan, Nelayan Jepara Hilang Ditelan Ombak

Ilustrasi search and rescue (SAR) korban kecelakaan di air. (Antara)
08 November 2018 21:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kecelakaan air menimpa seorang nelayan di perairan Jepara, Rabu (7/11/2018). Nelayan bernama Budi bin Sapuan, 25, warga Desa Ujungbatu RT 011/RW 005, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng) itu hilang ditelan ombak saat tengah menjaring ikan.

Informasi yang diperoleh Semarangpos.com dari Basarnas Jateng, Kamis (8/11/2018), kecelakaan air yang menimpa Budi itu berawal saat dirinya berangkat ke perairan menggunakan kapal kursin bernama Bejo Makmur. Sesampainya di tengah laut, Budi berusaha menebarkan jaring.

Saat menebarkan jaring itulah, Budi terpelest hingga jatuh ke laut. Saat itu, ombak di perairan Ujungbatu, Jepara, cukup tinggi, hingga menyebabkan korban raib.

Koordinator Basarnas Pos SAR Jepara, Whisnu Yuas, mengatakan pihaknya bersama potensi SAR yang ada langsung melakukan pencarian begitu mendapat laporan adanya nelayan yang hilang. Namun, hingga saat ini korban belum diketemukan.

“Basarnas Pos SAR Jepara dan tim SAR gabungan yang terdiri dari BPBD, Polair, Pos AL, PMI, Jepara Rescue, dan nelayan sekitar melaksanakan operasi dengan metode penyisiran. Pencarian kami lakukan dari lokasi hilangnya korban hingga ke arah barat laut sekitar 12 mil menggunakan Rigit Inflatabe Boat (RIB),” ujar Whisnu dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis petang.

Cuaca di perairan Jepara yang cukup ekstrem rupanya menjadi kendala tim SAR dalam melakukan pencarian. Whisnu menyebutkan kondisi gelombang laut saat ini cukup tinggi dan cuaca mendung.

“Kondisi tinggi gelombang laut saat ini mencapai 0,5-1 meter. Sedangkan cuaca mendung dan arah angina dari utara menuju ke tenggara,” terangnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya