Banyak Pasutri Jadi Calon Kades, Begini Sindiran Ganjar Pranowo

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. (Instagram/ganjar_pranowo)
09 November 2018 10:50 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Solopos.com, SOLO — Belakangan hari ini, muncul kabar ada beberapa pasangan suami istri (pasutri) yang bersaing memperebutkan jabatan kepala desa (kades) di beberapa daerah. Fenomena itu kerap kali dianggap sebagian kalangan sebagai skenario salah satu calon kades agar memiliki pesaing demi memenuhi regulasi yang mengharuskan pemilihan kepala desa (pilkades) diikuti dua calon.

Atas adanya beberapa pasutri calon kades itu, banyak warganet yang membicarakannya, sampai-sampai menggunjingkannya dengan Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo. Pengguna akun Twitter @Listya_an, Rabu (7/11/2018), bertanya kepada Ganjar terkait adanya calon kades yang merupakan pasutri.

"Nyuwun sewu, mau tanya @KPU_Jateng @ganjarpranowo, kalau ada suami istri, dua-duanya nyalon kades di satu desa yang sama itu boleh enggak sih? Mohon pencerahannya, matur nuwun," tulisnya.

Atas pertanyaan tersebut, Ganjar pun membalas dengan nada santai dan dengan kalimat yang sedikit menyindir. Orang nomor wahid di Jateng itu bahkan menilai para cakades juga mengajak segenap anggota keluarganya untuk mencalonkan diri sebagai kades. "Sebaiknya anak, kakak, adik, mertua diajak sekalian," ungkap Ganjar melalui akun Twitternya, @ganjarpranowo.

Tak pelak kicauan gubernur Jateng itu menuai banyak komentar netizen yang hampir senada. Menurut netizen, pasutri yang mencalonkan diri sebagai kades itu salah satunya adalah calon boneka yang dimanfaatkan untuk memenuhi regulasi pilkades yang mengharuskan adanya minimal dua calon.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, ada tujuh pasutri yang bersaing untuk memperebutkan kursi kades di Wonogiri. Meski begitu, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Pemdes) Dinas PMD Wonogiri, Zygma Idatya Fitha, yang tak memungkiri adanya calon boneka tak mempermasalahkannya karena secara regulasi tetap sah selama calon tersebut memenuhi persyaratan yang ditentukan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya