Pemprov Jateng Sabet Anugerah KPI

Wakil Gubernurn Jateng Taj Yasin (ketiga dari kiri) menerima penghargaan dalam acara Anugerah KPI 2018 di Studio 14 MNC, Kebun Jeruk, Jakarta, Minggu (4/11 - 2018). (Jatengprov.go.id)
09 November 2018 06:00 WIB Ginanjar Saputra Semarang Share :

Solopos.com, JAKARTA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) diwakili wakil gubernurnya, Taj Yasin, menerima penghargaan dalam acara Anugerah Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) 2018 di Studio 14 MNC, Kebun Jeruk, Jakarta, Minggu (4/11/2018). Penghargaan itu diberikan KPI lantaran Pemprov Jateng diniali sebagai pemprov yang peduli penyiaran.

Komisioner Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat, Hardly Stefano, mengungkapkan ada tiga aspek penilaian pada pemerintah daerah, yakni fasilitasi kepada Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) sebagai regulator penyiaran di daerah, regulasi, dan prestasi. Dari ketiga aspek tersebut, Pemprov Jateng dinilai menjadi yang terbaik dibandingkan provinsi lain di Indonesia.

Secara fasilitasi, pihaknya memandang fasilitas yang diberikan Pemerintah Prov Jawa Tengah kepada KPID cukup baik, secara anggaran dana maupun regulasi. Dukungan anggaran dana dituangkan pada peraturan gubernur (pergub), memfasilitasi sekretariat bagi KPID.

"Selain itu, juga ada upaya mendorong lembaga penyiaran publik lokal. Secara prestasi, Pemerintah Daerah Jawa Tengah, selain penyiaran kami, mencatat juga ada penghargaan dari pers kepada Pemerintah Jawa Tengah. Tiga aspek itulah menjadi aspek utama dalam penilaian," terang Hardly seperti dikutip pada laman resmi milik Pemprov Jateng.

Ia menambahkan peran kepala daerah juga sangat penting untuk memberikan dukungan terhadap keberadaan dan eksistensi KPID. Mengingat berdasarkan UU Penyiaran, KPID bersifat koordinatif.

Komisioner Koordinator Pengawasan Isi Siaran KPI Pusat itu berharap seluruh pemerintah daerah dapat memberikan fasilitasi yang memadai kepada seluruh KPID agar bisa berperan optimal sesuai amanat undang-undang. Selain itu, Hardly meminta seluruh pemerintah daerah membuat regulasi dalam bentuk peraturan daerah (perda) maupun peraturan gubernur (pergub) yang mendukung penyiaran sehat dan berkualitas di daerah, khususnya pengembangan konten-konten lokal.

"Pesan khusus bagi Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, karena ini pemenang bisa menjadi benchmark, bisa jadi panutan yang lain, dengan lebih lagi memberikan fasilitas, regulasi, dan juga mendorong tumbuh kembangnya lembaga penyiaran publik lokal di seluruh daerah di Jawa Tengah," katanya.

Atas pengharagaan tersebut, Ketua KPID Jateng, Budi Setyo Purnomo, mengapresiasi jajaran Pemprov Jateng, baik gubernur, wakil gubernur, dan lainnya karena dinilai peduli terhadap lembaga penyiaran, hususnya konten-konten radio dan televisi, baik lokal maupun televisi.

Bukan hanya itu, Pemprov Jateng juga membantu KPID untuk mengawal tugas dan fungsinya, seperti mengawal konten-konten lokal dan mengawal kearifan lokal. Terlebih, di Jateng setidaknya ada 300 saluran radio dan 40 saluran televisi lokal maupun televisi berjaringan.

Dengan begitu, KPID tak mungkin melakukan pengawasan sendiri. Butuh kepedulian pemprov untuk memfasilitasi keberadaan KPID. Untuk itu, Pemprov Jateng konsisten memberikan fasilitasi sejak sebelum ada UU tentang Pemerintah Daerah, khususnya fasilitasi anggaran, gedung, dan sebagainya.

"Ini yang menjadi parameter mengapa KPI Pusat memberikan Anugerah kepada Pemprov Jateng. Jadi, ada beberapa parameter yang sangat mendukung, antara lain fasilitasi terhadap anggaran, fasilitasi terhadap kebijakan-kebijakan yang membuat tugas KPID menjadi lancar. Karena kalau tanpa itu, saya kira KPID tidak bisa berbuat apa-apa," ungkapnya.

Dengan penghargaan tersebut, Budi mengajak seluruh lembaga penyiaran untuk membuktikan bahwa lembaga penyiaran di Jateng pantas menjadi barometer. Sampai sekarang, lanjutnya, lembaga penyiaran di Jateng menduduki peringkat yang bagus dengan pelanggaran yang terhitung sedikit. Budi berharap lembaga penyiaran semakin baik, menjunjung tinggi kearifan lokal, dan yang utama memberikan pendidikan bagi publik ke depannya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jateng, Taj Yasin, tak lupa mengapresiasi penghargaan yang diberikan KPI tersebut. Taj Yasin menyatakan akan terus berupaya menjunjung komitmen bersama KPI Pusat maupun KPID Jateng untuk menyejahterakan masyarakat, khususnya Jateng, melalui pemberitaan yang baik.

Putra kiai kondang Maimoen Zubair itu mengajak seluruh lembaga penyiaran dan masyarakat untuk menjaga hubungan erat di masyarakat dengan berita yang baik dan tidak memecah belah.

Ia juga menegastkan akan tetap mengutamakan informasi kepada masyarakat, terutama menjelang pemilihan presiden (Pilpres) dan pemilihan anggota legislatif (Pileg) 2019. Taj Yasin pun berjanji akan mendorong penuh KPID untuk mengawasi penyiaran.

"Terima kasih telah membantu pemerintah provinsi, dalam mengawasi berita Pilgub dengan baik, aman, tentram. Mari kita songsong, Pilpres dan Pileg 2019 dengan baik pula. Harapannya, lembaga KPID netral, dan tentunya pemberitaan yang bersifat SARA, yang bersifat hoaks, ayo kita tepis bareng-bareng untuk menjaga kesatuan Republik Indonesia,” tegas pria yang akrab disapa Gus Yasin tersebut.

Sedangkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Jateng, Dadang Somantri, mengatakan penghargaan tesebut tak lepas dari peran seluruh insan penyiaran di Jateng. Sebab, lanjutnya, perhatian yang diberikan pemprov hasilnya juga tidak baik jika tidak ada respons yang baik dari insan penyiaran. "Ini adalah sinergi antara pemprov dengan komisioner penyiaran, dan insan penyiaran di Jateng," tandasnya.