Begini Cara NU Lawan Hoaks di Medsos

Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj (kedua dari kiri) dan Presiden Director Nin Media Rahadi Arsyad bersalaman saat peluncuran NU Channel di Jakarta, beberapa waktu lalu. (Semarangpos.com/PBNU)
09 November 2018 04:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU), kini  memiliki kiat khusus untuk memerangi berita bohong atau hoax yang kerap beredar di dunia maya atau Internet serta media sosial (medsos).

Cara ampuh itu, yakni dengan membuat NU Channel yang disiarkan melalui saluran Ninmedia. NU Channel diklaim memberikan tayangan yang mendidik, tidak provokatif, dan mengajarkan toleransi karena berisi program dakwah, doa, kebudayaan, seni, maupun talkshow.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Said Aqil Siroj, mengatakan NU Channel hadir karena banyak sekali berita atau paham bermuatan profokatif yang mempengaruhi pola pikir masyarakat.

“Berita-berita itu tersebar secara bebas, khususnya di media sosial. Hal ini berpotensi membahayakan kesatuan dan persatuan bangsa. Hoax atau kabar bohong yang banyak beredar telah meresahkan masyarakat. Masyarakat harus teliti dan waspada dalam menyaring informasi,” jelas Said Aqil dalam siaran pers yang diterima Semarangpos.com, Kamis (8/11/2018).

Data yang dirilis NU menyebutkan hampir 130 juta orang di Indonesia atau 50% merupakan pengguna aktif sosial media. Mereka menggunakan media sosial melalui perangkat elektronik seperti telepon pintar.

Dari penggunaan media sosial, seperti Whatsapp, Facebook, dan Instagram, itulah penyebaran informasi menjadi lebih mudah. Tak jarang informasi yang tersebar merupakan hoax maupun ujaran kebencian.

“Dalam rangka menyebarkan berita baik dan menetralisir konten negatif, seperti hoax, maka PBNU meluncurkan NU Channel. NU Channel bisa dinikmati melalui Ninmedia. Masyarakat di daerah pelosok yang selama ini tidak bisa menikmati saluran televisi nasional bisa menikmati NU Channel,” terang Wakil Sekjen PBNU sekaligus Pimpinan NU Channel, Imam Pituduh.

President Director Ninmedia, Rahadi Arsyad, mengatakan pemerataan teknologi informasi merupakan hak seluruh masyarakat. Bekerja sama dengan puluhan channel, Ninmedia ingin membangun ekosistem penyiaran free to air (FTA) yang berkualitas dan dijangkau seluruh masyarakat secara gratis hingga ke daerah pelosok.

“Ninmedia merupakan terobosan baru dunia penyiaran Indonesia. Ada puluhan channel yang bisa dinikmati, mulai dari hiburan, keagamaan, pendidikan, dan ilmu pengetahuan,” klaim Rahadi Arsyad.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya