Dinkop dan UMKM Semarang Tarik Kios Mangkrak

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berbincang dengan pedagang yang kepalanya tertutup kerupuk di Pasar Srondol Semarang, Selasa (21/8 - 2018). (Antara/Humas Setda Kota Semarang)
09 November 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kota Semarang mengambil alih kembali kios-kios yang mangkrak di Pasar Srondol Semarang. “Mereka [pelaku UMKM] diberi kios secara gratis, tetapi malah tidak dimanfaatkan secara baik," kata Kepala Dinkop dan UMKM Kota Semarang Litani Satyawati di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).

Diakuinya, langkah tegas itu diambil menyusul laporan di media sosial tentang Pasar Srondol, khususnya sentra UMKM yang sepi karena banyak kios yang justru kosong dan tutup. Untuk itulah, kata dia, kios-kios yang sengaja dibiarkan oleh pedagang langsung diambil alih kembali oleh Dinkop UMKM untuk diserahkan kepada pedagang lain yang membutuhkan.

"Kami ambil alih dengan meminta kunci kiosnya. Daripada tidak dimanfaatkan, masih banyak pelaku UMKM lain yang mengantre untuk mengisi kios-kios kosong itu," katanya.

Menurut dia, berbagai upaya terus dilakukan untuk meramaikan Pasar Srondol, tetapi upaya tersebut tidak berjalan maksimal jika tidak ada peran serta dari pelaku UMKM. "Berbagai pelatihan digelar, mulai kreasi daur ulang, membatik, sampai pertemuan komunitas untuk membahas produk-produk kreatif, dan sebagainya," kata Litani.

Di sisi lain, ia meminta pelaku UMKM yang sudah terfasilitasi di sentra UMKM Pasar Srondol untuk memanfaatkannya dengan baik sehingga kegiatan perekonomian hidup. Untuk sentra UMKM Pasar Srondol, setidaknya ada 10 kluster, yakni batik, pariwisata, tas, bandeng, pangan, logam, mebel, jamu, lunpia, dan handycraft (kerajinan tangan).

"Semua kegiatan itu digelar sebagai strategi supaya pasar lebih ramai dan menarik pengunjung. Ya, sekaligus menambah pengetahuan dan kemampuan berbisnis," katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Srondol Semarang Albert Marbun mengatakan pasar tersebut telah ditetapkan sebagai pusat UMKM sehingga bisa lebih dikenal luas. "Kondisinya memang masih cukup sepi pengunjung. Kami akan menggelar beberapa kegiatan untuk menghidupkan Pasar Srondol, ini sudah menyusun rencana," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara