Petani Sumbing Dibekali Pengetahuan Baca Cuaca

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati menyematkan tanda peserta pelatihan pengamatan agroklimat di Desa Ngargosoko, Kecamatan, Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jateng, Kamis (8/11 - 2018). (Antara/Heru Suyitno)
09 November 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, MAGELANG — Para petani bawang putih di lereng Gunung Sumbing, Desa Ngargosoko, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dibekali pengetahuan membaca cuaca dan iklim untuk menentukan masa tanam yang tepat sehingga mereka bisa memperoleh hasil optimal.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati di Magelang, Kamis (8/11/2018), mengatakan pelatihan pengamatan agroklimat merupakan salah satu upaya BMKG meningkatkan pemahaman pengamatan agroklimat kepada para petani bawang putih di Kabupaten Magelang. Kegiatan ini merupakan pengembangan sekolah lapang iklim (SLI) yang telah dilaksanakan oleh BMKG sejak tahun 2011 hingga sekarang.

Sekolah itu pada awalnya merupakan implementasi Instruksi Presiden No. 5/2011 tentang Pengamanan Produksi Beras Nasional Dalam Menghadapi Kondisi Iklim Ekstrim. Pada perkembanganya, SLI bukan hanya untuk produksi pangan/beras tetapi juga untuk tanaman hortikultura yaitu tanaman bawang putih, sesuai dengan permintaan petani, kerena pada budi daya tanaman bawang putih sangat diperlukan pegetahuan tentang agroklimatologi.

Pelatihan pengamatan agroklimat adalah bagian dari SLI. Pelatihan pengamatan agroklimat itu untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan mengenai cuaca dan iklim terkait budi daya tanaman bawang putih kepada para petani di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang, mulai dari tata cara pengamatan hingga memanfaatkan informasi iklim sehingga diharapkan petani mampu mengantisipasi dan beradaptasi kondisi cuaca dan iklim ekstrim selanjutnya dapat meningkatkan produksi tanaman bawang putih.

Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan adalah merupakan kelanjutan penyerahan alat pengukur iklim di Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang. Ia menuturkan setelah kegiatan pelatihan pengamatan agroklimat ini diharapkan para petani dapat melaksanakan pengamatan agroklimat secara mandiri dan dapat dimanfaatkan oleh petani dalam budi daya bawang putih.

"Kami tentunya tidak mungkin membantu seluruh petani di Indonesia untuk mengikuti SLI atau pelatihan pengamatan agroklimat, karena jumlahnya mencapai jutaan. Program ini sebagai percontohan yang nantinya pemerintah daerah bisa melanjutkannya," katanya.

Ia menuturkan program SLI yang dilakukan sejak 2011 hingga tahun ini sekitar 7.000 petani yang telah mengikuti pelatihan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara