Begini Reaksi Dinkes Tahu Air Rebusan Pembalut Buat Mabuk Remaja di Jateng...

Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo. (Bisnis.com/Dok.)
10 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dinas Kesehatan Jawa Tengah masih tidak percaya jika air rebusan pembalut digunakan kalangan remaja di wilayahnya untuk mabuk. Dinkes Jateng pun hingga saat ini belum mengetahui secara pasti kandungan zat kimia yang ada dalam pembalut wanita hingga  memberikan efek halusinasi, seperti orang yang mabuk.

“Saya sudah dapat informasi itu [air rebusan pembalut untuk mabuk]. Tapi, kami dan teman-teman, juga dari Badan POM [Pengawas Obat dan Makanan] masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait kandungan kimiawi dalam pembalut itu,” ujar Kepala Dinkes Jateng, Yulianto Prabowo, saat dijumpai wartawan di kantornya,Kota Semarang, Jumat (9/11/2018).

Yulianto mengatakan sepengetahuannya, dalam pembalut terdapat kandungan zat kimia yang berbahaya jika dikonsumsi secara langsung, seperti klorin maupun formaldehida.

Klorin, lanjut Yulianto, biasanya digunakan sebagai pemutih, maupun disinfektan. Sementara, formaldehida digunakan untuk campuran pembuatan plastik, bahan celup, maupun perekat atau lem.

“Zat-zat itu banyak sekali manfaatnya. Tapi, bukan untuk dikonsumsi. Kalau dikonsumsi jelas membahayakan tubuh. Ini jelas perilaku yang menyimpang,” terang Yulianto.

Klorin, lanjut Yulianto, memiliki sifat karsinogenik dan bisa menyebabkan kanker. Sehingga, jika dikonsumsi secara langsung pengguna lama-lama akan kehilangan sistem kekebalan tubuh, terutama terkena kanker.

“Kalau diminum, kemungkinan kanker akan menyerang melalui saluran pencernaan,” imbuh Yulianto.

Yulianto menambahkan perbuatan mengonsumsi barang-barang yang mengandung zat kimia berbahaya sepenuhnya berbahaya. Perbuatan semacam itu akan berdampak pada kesehatan.

Oleh karenanya, ia pun mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan yang berprotein tinggi, dan menjauhi yang berbahaya atau tidak bermanfaat bagi tubuh.

“Kami di Dinkes Jateng saat ini tengah menggalakan pola hidup sehat melalui Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas. Kita ingin menyadarkan masyarakat untuk hidup sehat, ya dengan berolahraga secara teratur, menjauhi makanan yang berbahaya bagi kesehatan, seperti narkoba, rokok, dan lain-lain,” terang Yulianto.

Sebelumnya dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jateng, melalui Kabid Pemberantasan (Brantas), AKBP Suprinarto, menyatakan perilaku menyimpang dengan meminum air rebusan pembalut untuk mabuk mulai merambah remaja di Jateng. Perilaku itu ditemukan pada remaja yang berada di daerah pinggiran, seperti Purwodadi, Kudus, Pati, Rembang, dan Semarang bagian timur.

Para remaja itu mengonsumsi air rebusan pembalut karena mencari alternatif mabuk yang murah. Para remaja yang mengonsumsi air rebusan pembalut itu mayoritas merupakan anak jalanan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya