Catat! Ini Daerah Berpotensi Banjir di Kota Semarang

Pengendara motor menerobos banjir di kawasan Kaligawe, Kota Semarang, beberapa waktu lalu. (Antara)
10 November 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengklaim telah memetakan sejumlah titik rawan bencana banjir di wilayahnya. Daerah tersebut antara lain, Kecamatan Genuk, Gayamsari, dan Semarang Utara yang ada di wilayah timur, serta Kecamatan Mijen dan Tugu di wilayah Barat.

Kepala BPBD Kota Semarang, Agus Harmunanto, mengatakan titik rawan banjir di wilayah barat ada di kawasan Mangkang Wetan dan Mangkang Kulon, yang menjadi bagian Kecamatan Tugu. Meskipun salah satu tanggul yang jebol di Mangkang Wetan belum diperbaiki, pihaknya mengaku telah melakukan antisipasi.  

Agus menyatakan perbaikan tanggul tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana. Rencana BBWS akan memperbaiki tanggul yang ada di Kecamatan Tugu pada 2019 nanti.

“Perbaikan termasuk drainase, untuk penanggulangan bencana yang akan terjadi di akhir tahun ini kita sudah antisipasi,” ujar Agus kepada wartawan di Semarang, Jumat (9/11/2018).

Berbagai antisipasi itu, lanjut Agus, antara lain dengan menyiapkan sejumlah sand bag atau karung pasir di tiap-tiap kelurahan yang rawan banjir. Meski antisipasi ini bersifat sementara, pihaknya juga telah mendorong BBWS Pemali-Juana untuk segera melakukan perbaikan.

“Kami juga sesuai dengan laporan dari warga, kami antisipasi kemudian kami sampaikan ke pihak yang berwenang, baik itu BBWS maupun DPU [Dinas Pekerjaan Umum] supaya ditindaklanjuti,” imbuhnya.

Selain menyiapkan sand bag, Agus mengaku juga telah memasang alat pemberitahuan bencana atau Early Warning System (EWS) banjir di dua tempat, yakni Banjardowo, Kecamatan Genuk, dan Meteseh, Kecamatan Tembalang. EWS itu memiliki fungsi seperti Area Traffic Control System (ATCS) milik Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang.

“Alat itu bisa digunakan untuk memantau melalui telepon pintar, nanti terlihat apabila debit air sudah menyentuh tanda hijau, berarti normal, kuning hati-hati, dan merah awas,” terang Agus.

Jika peralatan itu menunjukkan tanda merah atau bahaya, BPBD Kota Semarang akan memberikan peringatan kepada warga. Warga yang berada di lokasi rawan banjir diminta untuk segera bersiap dan mengamankan barang berharga.

Agus menambahkan pihaknya juga mengimbau kepada warga yang tinggal di lokasi rawan banjir untuk selalu waspada. Jika melihat gejala bencana, seperti tanggul yang rawan jebol, warga diminta segera melapor ke BPBD Kota Semarang.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya