Rektor Undip Ajak Sekda Jateng Main Ketoprak

Ilustrasi wayang orang Undip. (dok. Solopos.com)
10 November 2018 20:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Para dosen Universitas Diponegoro (Undip) Semarang mementaskan pertunjukkan ketoprak dengan lakon Damarwulan Wisuda. Pergelaran ketoprak di Gedung Prof. Soedarto, Kampus Undip, Tembalang, Sabtu (10/11/2018) malam, ini digelar sebagai rangkaian peringatan Dies Natalis Undip ke-61.

Bukan hanya para dosen yang tampil di pertunjukan seni tradisional itu. Rektor Undip, Prof. Yos Johan Utama, juga tampil dalam pergelaran ketoprak tersebut.

Yos bahkan mengajak Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Sri Puryono, untuk ikut serta. Puryono akan tampil dengan memerankan tokoh antagonis, Minakjingga.

Koordinator acara ketoprak, Dhanang Respati Puguh, mengatakan lakon Damarwulan Wisudha diambil berdasarkan berbagai pertimbangan. Tokoh Damarwulan selama ini dikenal sebagai sosok yang memiliki kisah perjuangan besar untuk menggapai cita-citanya.

“Semoga lakon ini bisa memberikan inspirasi pada khalayak, khususnya civitas academica Undip agar terus berjuang menggapai cita-cita yang tinggi demi kemajuan dan kejayaan institusi,” kata Dhanang dalam keterangan resmi, Sabtu siang.

Selain civitas academica Undip, pergelaran ketoprak itu turut dimeriahkan para pemain Wayang Orang (WO) Ngesti Pandawa.Ngesti Pandawa merupakan grup kesenian tradisional wayang orang yang ada di Kota Semarang. Grup ini terbentuk di Madiun sejak 1937 dan masih eksis hingga saat ini.

“Pertunjukan ketoprak oleh civitas academica Undip dan Ngesti Pandawa ini bukan kali pertama digelar. Tahun-tahun sebelumnya juga dilaksanakan. Ini membuktikan kepedulian dan perhatian Undip terhadap upaya melestarikan seni pertunjukan Jawa,” imbuh Dhanang.

Sementara itu, Damarwulan Wisudha menceritakan kisah Damarwulan, anak seorang pejabat pada masa Kerajaan Majapahit. Meski bertampang rupawan dan anak bangsawan, Damarwulan tidak begitu saja meraih cita-citanya menjadi raja.

Ia harus melalui sederet rintangan, salah satunya yakni menaklukan Adipati Blambangan, Minakjingga. Keberhasilan menaklukan Minakjingga membuat Damarwulan akhirnya dianugerahi gelar Raja Majapahit.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya