Kontrak Rp1,82 T Diteken, Proyek Bendungan Randugunting dan Jlantah Dimulai

Ilustrasi proyek pembangunan bendungan. (Antara/Ritzka Kurnia)
11 November 2018 12:50 WIB Irene Agustine Semarang Share :

Semarangpos.com, JAKARTA — Pembangunan dua bendungan di Jawa Tengah, Randugunting dan Jlantah dimulai setelah ditekennya penandatanganan kontrak dengan total nilai mencapai Rp1,82 triliun.

Pembangunan Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora dikerjakan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. dan PT Andesmont dengan bentuk kerja sama operasi (KSO). Nilai kontrak proyek Randugunting mencapai Rp858 miliar dengan waktu pelaksanaan November 2018-November 2022. 

Sementara itu, proyek Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar dikerjakan oleh kerja sama operasional PT. Waskita Karya (Persero) dan PT Adhi Karya. Nilai kontrak proyek infrastruktur itu Rp965 miliar.

Sekretaris Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Muhammad Arsyadi mengingatkan pelaksanaan pekerjaan agar senantiasa memperhatikan kesehatan dan keselamatan kerja (K3), kualitas dan lingkungan.  “Pekerjaan harus dilakukan full speed sejak awal. Sebagaimana disampaikan Menteri PUPR Bapak Basuki Hadimuljono, langgamnya harus rock and roll dengan menambah personel dan sif kerja. Untuk konsultan supervisi, kualifikasi tenaga ahli yang ditugaskan harus sesuai dengan yang dijanjikan dalam penawaran,” kata Arsyadi sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Jumat (9/11/2018).

Kepala Pusat Bendungan Kementerian PUPR Ni Made Sumiarsih menambahkan Bendungan Randugunting akan memiliki kapasitas tampungan efektif 8,61 juta m3 dan memiliki manfaat untuk mereduksi debit banjir sebesar 81,42 m3/detik. Bendungan itu dirancang untuk menyedikan air irigasi bagi sawah seluas 630 ha, penyediaan air baku sebanyak 150 liter/detik, serta pariwisata. 

Sementara itu, Bendungan Jlantah memiliki kapasitas tampungan efektif 8,3 juta m3. Bendungan dengan multi manfaat untuk sumber air irigasi seluas 1.493 ha, konservasi pemeliharaan aliran sungai sebesar 120 liter/detik, serta penyedia tenaga listrik 625 kw.

Dengan tambahan dua bendungan tersebut, jumlah bendungan baru yang dimulai konstruksinya menjadi 5 bendungan di tahun 2018. Tiga bendungan yang sudah tandatangan kontrak sebelumnya yakni Tiga Dihaji di Sumatera Selatan, Bener di Jawa Tengah, dan Bendungan Sidan di Bali.

Secara total dari target 65 bendungan, jumlah bendungan selesai sebanyak sembilan bendungan, dalam tahap konstruksi berjumlah 39 bendungan dan sisanya ditargetkan bisa tandatangan kontrak pada akhir 2018 dan tahun 2019. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis