Temanggung Tambah Setoran Premi JKN Rp4 M

Jajaran BPJS Kesehatan melayani masyarakat, Kamis (5/7 - 2018). (Antara)
11 November 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, TEMANGGUNG — Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, membayar tambahan premi jaminan kesehatan nasional (JKN) hingga Rp4 miliar untuk warga miskin yang belum masuk kepesertaan JKN.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung Suparjo mengatakan pembayaran premi tersebut sekaligus sebagai penghapusan jaminan kesehatan Temanggung (JKT) yang selama ini dilakukan. Dana Rp4 miliar itu dianggarkan dari APBD Perubahan Kabupaten Temanggung 2018 dan telah dibayarkan pada Oktober 2018.

Dana tersebut dialokasikan untuk sekitar 14 ribu warga miskin, yang selama ini memang belum terdaftar dalam kepesertaan JKN. Kepesertaan JKN di Temanggung sudah mencapai 77%, dengan perincian kepesertaan mandiri 21% dan 56% persen kepesertaan yang dibayarkan Pemerintah Daerah Kabupaten Temanggung dengan beban APBD.

Ia berharap kepesertaan mandiri terus meningkat dan premi yang dibayarkan pemda semakin kecil, sehingga beban itu bisa dialihkan untuk pembangunan lainnya. "Pemda mempunyai kewajiban membayarkan premi warga miskin yang tidak sanggup bayar JKN," katanya di Temanggung, Jumat (9/11/2018).

Suparjo mengatakan mulai 2018 pemerintah daerah tidak boleh menganggarkan jaminan kesehatan daerah yang di Temanggung dikenal dengan JKT dan dibebankan APBD. "Semua harus terintegrasi pada JKN, maka JKT dihapuskan dengan diintegrasikan pada JKN," katanya.

Menurut dia integrasi tersebut menjadi lebih baik dan meringankan pemda, karena tidak lagi membayar beban biaya pengobatan warga pada rumah sakit, melainkan cukup membayar premi saja dan nanti operator JKN yang membayarnya pada rumah sakit. "Meskipun tidak sakit dan tidak dirawat di rumah sakit pemda tetap membayar preminya," katanya. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara