Kader PDIP Jateng Copoti Poster ‘Raja Jokowi’, Ini Alasannya…

Presiden Joko Widodo mengenakan baju pejuang Bung Tomo (tengah) didampingi Kepala Staf Presiden Moeldoko (kiri) dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (kedua kanan) menyapa warga ketika mengikuti kegiatan sepeda bersama dengan tema Bandung Lautan Sepeda di Bandung, Jawa Barat, Sabtu (10/11 - 2018). (Antara/Wahyu Putro A)
13 November 2018 12:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Kader PDIP Jawa Tengah (Jateng) mencopoti poster bergambar capres Joko Widodo (Jokowi) yang menggenakan mahkota raja. Poster yang sudah tersebar di berbagai daerah di Jateng itu dicopot karena dianggap merendahkan capres nomor urut satu itu.

Ketua DPD PDIP Jateng, Bambang Wuryantoro, mengatakan poster ‘Raja Jokowi’ itu bukan dipasang oleh pihaknya maupun tim kampanye Jokowi. Alasan itu, membuat pihaknya menginstruksikan seluruh kader untuk melakukan pencopotan, meski pun dalam poster itu tertera lambang partai PDIP.

“Poster itu tidak diterbitkan oleh partai kami maupun tim sukses Jokowi. Tapi, logo partai dan gambar capres kami dipakai. Jadi, ya kami copotin saja,” ujar Bambang saat dihubungi Solopos.com, Senin (12/12/2018).

Bambang menilai pemasangan poster Jokowi mengenakan mahkota itu salah satu upaya downgrade campaign kepada capres yang diusung PDIP pada Pilpres 2019 itu. Meski demikian, pihaknya tak ingin menduga-duga siapa pihak yang berusaha menjatuhkan atau merendahkan capres petahana tersebut.

“Kalau pakai mahkota artinya apa? Anda tahu sendiri, Pak Jokowi itu presiden dan capres kami. Dia bukan raja, tapi pemimpin yang dipilih berdasarkan demokrasi. Kalau seperti itu, berpotensi memecah belah,” ujar Bambang.

Selain itu, Bambang menilai yang berhak memasang poster kampanye Jokowi sebagai capres adalah tim sukses, dalam hal ini Tim Kampanye Nasional (TKN) maupun Tim Kampanye Daerah. Selain tim kampanye, pemasangan alat peraga kampanye (APK) seperti poster juga diatur melalui peraturan oleh KPU pada masa tertentu.

“Mereka pikir kami ini bodoh, tidak tahu menahu tentang aturan pemasangan poster kampanye. Ya sudah kami copot saja. Seluruh poster saat ini sudah kami kumpulkan di kantor partai. Kalau yang punya mau ambil, silakan saja datang ke kantor partai kami,” imbuh Bambang.

Bambang menambahkan hingga saat ini sudah ada laporan dari kader di 27 kabupaten/kota di Jateng yang telah mencopot poster Jokowi mengenakan mahkota tersebut. Namun dari penelusurannya, kemungkinan besar jumlah poster yang dipasang itu mencapai puluhan ribu.

“Informasi yang saya peroleh dari pemasang jumlahnya itu setiap desa 10 poster. Kalau di Jateng ada sekitar 8.000 desa, berarti ada sekitar 80.000 poster. Tapi sampai saat ini baru 27 kabupaten/kota yang telah melapor ke kami,” ujar politikus asal Solo itu.

Bambang menambahkan hingga saat ini belum berencana melaporkan pemasangan poster Jokowi yang mengenakan mahkota itu kepada pihak Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Meski pun pemasangan poster itu dianggap sebagai upaya menjegal atau menurunkan elektabilitas capres yang berpasangan dengan Ma’ruf Amin pada Pilpres 2019 tersebut.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya