Hanya Gara-Gara Ini, Guru di Brebes Kena Sanksi…

Ilustrasi penggunaan medsos saat Pilpres 2019. (Bisnis.com/Reuters)
16 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Seorang guru di Kabupaten Brebes harus terjerat sanksi disiplin dari Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN). Penyebabnya, guru tersebut ketahuan mengeklik tanda like di media sosial (medsos) salah satu pasangan calon (paslon) yang bersaing pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antar-Lembaga Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jawa Tengah (Jateng), Rofiuddin, menyatakan bahwa guru yang mendapat sanksi itu mengajar di sebuah SMP di Brebes. Meski demikian, pria yang akrab disapa Rofi itu enggan menyebut nama maupun tempat guru tersebut mengajar.

“Dia guru SMP di Brebes. Dia diberi teguran karena kedapatan mengeklik tanda like medsos salah satu capres. Bukti ini kami peroleh setelah petugas pengawas menelusuri akun medsos yang bersangkutan,” ujar Rofi kepada Semarangpos.com, Selasa (13/11/2018).

Rofi menambahkan kasus dugaan pelanggaran netralitas ASN yang melibatkan guru di Brebes itu saat ini sudah dilimpahkan ke Komisi ASN. Oleh Komisi ASN, guru itu dinyatakan melanggar UU No.5 Tahun 2014 tentang ASN dan dijatuhi sanksi.

“Sanksinya diberikan oleh Komisi ASN, kasusnya juga sudah ditangani dan guru itu terbukti melakukan pelanggaran,” imbuh Rofi.

Rofi menyatakan kasus keberpihakan ASN terhadap peserta Pemilu 2019 juga terjadi di beberapa daerah di Jateng. Beberapa PNS di Purworejo dan Klaten juga telah diberikan sanksi Komisi ASN karena terbukti tidak netral.

Sampai sekarang pihaknya telah mendapati delapan dugaan pelanggaran ketidaknetralan yang menjerat ASN saat kampanye Pilkada 2019.

Dari delapan kasus itu, empat di antaranya sudah terbukti bersalah. Kemudian empat lainnya masih diselidiki oleh petugas Baswalu di daerah.

Pelanggaran lainnya ditemukan terkait pemakaian fasilitas negara untuk berkampanye. Ada pula temuan ASN yang menggerakan guru TK untuk memilih salah satu calon anggota legislatif yang ikut dalam kontestasi Pemilu 2019 di Boyolali.

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Jateng, Sri Wahyu Ananingsih, menambahkan, pihaknya sedang menyelidiki kasus pelanggaran keterlibatan ASN mulai membuat dan pemasangan iklan caleg di Salatiga, serta kasus ASN yang turut menyertakan fotonya dalam APK salah satu caleg di Wonosobo.

“Kami akan terus mengingatkan kepada para ASN agar selalu menjaga sikap netral dalam Pemilu 2019. Sesuai amanat UU 7/2017 tentang Pemilu dan UU tentang ASN, para abdi negara tidak boleh terlibat politik. Jika mereka nekat, maka bisa diberi sanksi administrasi maupun pidana,” tegas perempuan yang akrab disapa Ana itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya