RAPBD Jateng 2019 Diketok, Pendapatan Daerah Ditarget Rp25,8 T

Ilustrasi RAPBD Jateng. (dok. Solopos.com)
17 November 2018 08:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) dibawah kepemimpinan Gubernur Ganjar Pranowo dan Wakil Gubernur Taj Yasin menargetkan pendapatan daerah mencapai Rp25,8 triliun pada tahun 2019 nanti.

Target pendapatan daerah yang tercantum dalam Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Jateng Tahun Anggaran 2019 itu diungkapkan Taj Yasin saat rapat paripurna di Gedung DPRD Jateng, Kota Semarang, Jumat (16/11/2018).

Yasin menyebutkan perincian pendapatan daerah yang mampu target Rp25,8 triliun dapat tercapai. “Terdiri dari pendapatan asli daerah [PAD} Rp13,973 triliun, meliputi pajak daerah Rp11,691 triliun dan retribusi Rp117,15 triliun, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp492,56 miliar, lain-lain PAD sah Rp1,672 triliun,” ujar Yasin dilansir laman Internet resmi Pemprov Jateng, Jumat.

Pria yang kerap disapa dengan sebutan Gus Yasin itu juga menjelaskan tentang dana APBN yang dialokasikan ke pemerintah daerah atau dana perimbangan tahun 2019, yakni Rp11,766 triliun. Dana perimbangan itu meliputi dana bagi hasil pajak atau bukan pajak yang mencapai Rp786,26 miliar, dana alokasi umum Rp3,784 triliun, dana alokasi khusus (DAK) Rp7,195 triliun, lain-lain pendapatan yang sah dialokasikan Rp62,38 miliar dari dana insentif daerah.

Putra ulama asal Rembang, Kiai Maimun Zubair, itu menambakan belanja daerah dalam APBD Jateng TA 2019 mencapai Rp26,459 triliun. Belanja itu terdiri dari belanja tidak langsung Rp18,852 triliun atau 71,25% dari total belanja daerah, meliputi belanja pegawai Rp6,163 triliun, belanja hibah Rp5,475 triliun, belanja bantuan sosial Rp48,29 miliar, belanja bagi hasil kepada kabupaten/kota Rp5,098 triliun, bantuan keuangan kepada pemerintah kabupaten, kota, dan desa Rp2,045 triliun, serta belanja tidak terduga mencapai Rp23 miliar.

“Untuk pembiayaan daerah, penerimaan pembiayaan sebesar Rp686,75 miliar dan pengeluaran pembiayaan sebesar Rp30 miliar. Pembiayaan neto Rp656,75 miliar. Jadi, Silpa [sisa lebih pembiayaan anggaran tahunan] nol,” lanjutnya.

Yasin berkomitmen bersama jajarannya terus memperkuat pemerintahan melalui program pembangunan 2019 dengan mengedepankan semangat gotong royong. Beberapa prioritas pembangunan Jateng, antara lain penanggulangan kemiskinan, penguatan daya saing ekonomi daerah, pengurangan kesenjangan wilayah, perwujudan ketahanan pangan dan energi, peningkatan kualitas hidup dan daya saing sumber daya manusia, pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup serta penanggulangan bencana.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya