Sandiaga Uno Kunjungi Sentra Kerajinan Kayu Magelang, Janji Apa?

Calon wakil presiden Sandiaga Uno melakukan safari politik di Jawa Tengah. (Antara/Kutnadi)
18 November 2018 14:50 WIB Newswire Semarang Share :

Calon wakil presiden Sandiaga Salahuddin Uno mengunjungi salah satu industri kerajinan kayu di Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. (Antara-Heru Suyitno)

Semarangpos.com, MUNGKID — Calon wakil presiden Sandiaga Uno, Sabtu (17/11/2018), mengunjungi Pasar Rejowinangun Magelang dan sentra kerajinan kayu di Pucang, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Dalam kesempatan itu ia menegaskan komitmen pasangan calon nomor urut 2 dalam Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019 Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno berpihak kepada pelaku pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Tujuannya demi membuka lapangan kerja seluas-luasnya. “Karena penyerapan tenaga kerja di UMKM itu mencapai 97,7%," kata Sandiaga.

Ia mengatakan bersama Prabowo, dirinya juga akan membuat kebijakan yang jelas dan tegas berpihak kepada ekonomi rakyat. Ia juga akan berfokus pada kewirausahaan, karena banyak pelaku usaha rakyat yang dinilainya perlu mendapatkan pelatihan dan pendampingan. Selain itu, sambungnya, pemerintahannya akan bekerja sama dengan dunia usaha memberikan berbagai akses pemasaran dan permodalan yang lebih baik.

“Berdasarkan data-data di sini, kami semakin yakin visi dan misi kami tentang ekonomi dan harga-harga yang stabil dan penciptaan lapangan kerja itu sudah tepat sebagai solusi yang diharapkan oleh masyarakat," kata Sandi yang menyempatkan diri membeli tempe gembus saat berkunjung ke Pasar Rejowinangun.

Saat mengunjungi salah satu industri kerajinan berbahan kayu di Pucang, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang, Sandi menuturkan UMKM adalah lokomotif pembangunan. Produk kerajinan di daerah ini berkualitas ekspor, karena sudah sampai ke Malaysia dan bisa meningkatkan devisa negara.

Menurut dia industri di daerah tersebut perlu mendapatkan perhatian oleh pemerintah, perlu pendampingan tentang laporan keuangan dan masalah perpajakan karena pemilik usaha yang sedang berkembang ini tidak punya keahlian untuk mengatur keuangannya. "Keuntungannya per bulan berapa belum tahu tapi sudah dibebani pajak. Nanti pemerintah bersama program-programnya memberikan pelatihan peningkatan kualitas SDM, karena problema klasik UMKM yaitu SDM-nya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara