Siaga Banjir, Jateng Siapkan Puluhan Pompa Air

Banjir menggenangi halaman rumah warga Desa Nusawangkal, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Selasa (13/11 - 2018). (Antara/Sumarwoto)
24 November 2018 20:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiagakan puluhan mesin pompa penyedot air guna mengantisipasi terjadinya bencana alam banjir pada musim penghujan ini.

"Kami akan mengerahkan pompa-pompa penyedot air milik Balai Besar Wilayah Sungai [BBWS] karena intensitas hujan akan mulai meningkat pada akhir tahun mendatang," kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang Jawa Tengah, Lukito, di Kota Semarang, Jateng, Jumat (23/11/2018).

Saat ini, menurutnya terdapat enam unit mesin pompa penyedot air di BBWS tingkat Jateng, sedangkan di setiap balai terdapat puluhan unit pompa yang akan diaktifkan guna  mengantisipasi bencana banjir. "Masing-masing terdapat 20-30 pompa per balai besar wilayah sungai dengan kekuatan pompa yang cukup besar," ujarnya.

Pemprov juga akan mengoperasikan semua mesin pompa penyedot air yang bersifat bergerak yang terdapat di setiap Dinas Pekerjaan Umum tingkat kabupaten dan kota se-Jateng. "Pompa mobile itu disiagakan untuk mendukung pembuangan air banjir yang menggenangi jalan-jalan raya sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas," katanya.

Sebagai upaya lain demi mengantisipasi banjir, Pemprov Jateng juga melakukan penguatan dan perbaikan tanggul di sepanjang jalur jalan pantura yang saat ini sebagian sudah selesai, serta dipastikan siap menghadapi musim penghujan. "Intinya kami siap siaga menghadapi musim hujan dengan berbagai persiapan yang telah dilakukan," ujarnya.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng Sarwa Pramana menyebutkan jika pihaknya sudah memetakan wilayah rawan bencana di Jateng yakni di antaranya Kabupaten Banjarnegara, Wonosobo, Karanganyar, Kebumen, Cilacap, Pekalongan, Brebes, dan Pemalang. "Namun tingkat longsornya kami tidak bisa prediksi, kalau banjir bandang sepertinya masih kecil kemungkinan, mungkin antisipasi tanggul jebol, di Sungai Pemali Juwana, dan di Bengawan Solo tentunya," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara