Hanura Yakin Lolos Ambang Batas Parlemen, Ini Pertimbangannya...

Koordinasi dan konsolidasi caleg DPR, caleg DPRD provinsi, DPD, dan ketua DPC Partai Hanura se/Jateng dalam rangka pemenangan Pemilu 2019. (Antara/Wisnu Adhi)
26 November 2018 22:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) optimistis lolos parliamentary threshold atau ambang batas parlemen 4% dari seluruh anggota parlemen. "Kami yakin lolos parliamentary threshold karena di Jawa saja sudah lebih dari 4%," kata Ketua DPD Partai Hanura Jawa Tengah Bambang Hanura di Semarang, Jateng, Minggu (25/11/2018).

Syarat untuk melanjutkan berkarya di telatah perpolitikan Indonesia itu, diakuinya menjadi tantangan tersendiri bagi partai politik. Namun, Bambang mengaku mengabaikan adanya hasil survei yang menyebut elektabilitas suara Partai Hanura tidak sampai 4% secara nasional.

"Berdasarkan kajian internal partai, elektabilitas parpol Hanura di Jawa saja sudah lebih dari 4%," ujarnya di sela-sela acara Koordinasi dan Konsolidasi Caleg DPR RI, Caleg DPRD Provinsi, DPD dan Ketua DPC Partai Hanura Se-Jateng Dalam Rangka Pemenangan Pemilu 2019. Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Sekretaris DPD Hanura Jateng Adenk Sudarwanto, Ketua Bapilu Hanura Jateng Hono Sejati, dan ketua DPC Partai Hanura se-Jateng.

Menurut Ketua Hanura Jateng Bambang Hanura, survei tersebut hanya sebagai salah satu upaya lawan politik untuk menjatuhkan Partai Hanura menjelang Pemilu 2019. "Ada yang mengembuskan hasil survei itu dan jelas merugikan kami karena merupakan kampanye negatif," katanya.

Bambang berpendapat batas parlemen yang lebih tinggi harus diimbangi dengan soliditas calon anggota legislatif saat melakukan sosialisasi dan sesama caleg Paryao Hanura di satu daerah pemilihan diinstruksikan tidak boleh saling menjegal.

Hal itu, kata dia, akan merugikan parpol karena untuk menentukan kursi parpol ditentukan oleh suara murni parpol dan suara yang diperoleh caleg. "Langkah ini dilakukan karena sistem pembagian suara tidak seperti pemilu sebelumnya. Jika dulu by name atau caleg yang dicoblos paling banyak, maka dia yang dapat kursi, namun di Pemilu 2019 berbeda dan partai harus punya banyak suara lebih dulu," ujarnya.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal DPP Partai Hanura Erwin Hadiyanto menegaskan jika pihaknya mengabaikan hasil survei karena kekuatan nyata partainya ada di caleg dan kader-kadernya. Ia mengungkapkan, sesuai hasil verifikasi KPU, Partai Hanura menjadi parpol dengan jumlah kader yang mempunyai kartu tanda anggota terbanyak se-Indonesia yakni 825 ribu.

"Sebanyak 825.000 anggota ber-KTA itu merupakan kader inti dan merupakan jumlah yang riil," katanya.

Ia menjelaskan upaya Partai Hanura untuk memenuhi target lolos ambang batas parlemen dan kursi di DPR RI dan DPRD tingkat provinsi dan kabupaten/kota,bmaka ada sejumlah hal yang mesti dilakukan yakni kerja keras caleg, penguatan di struktur partai hingga tingkat anak cabang atau kecamatan. "Struktur partai hingga anak cabangnya terus kami perkuat, caleg juga harus bekerja keras dan tetap solid," ujarnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara