Misteri Rumah Tua di Semarang, Jadi Lokasi Syuting Suzanna Hingga Uji Nyali

Rumah tua di Jl. Teuku Umar, Jatingaleh, Semarang, dianggap seram dan kerap dijadikan lokasi uji nyali serta syuting film yang diperankan mendiang artis Suzanna. (Semarangpos.com/Imam Yuda S.)
27 November 2018 10:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Dunia perfilman Indonesia baru-baru ini dihebohkan dengan kehadiran film berjudul Suzanna: Bernafas Dalam Kubur. Film bergenre horor yang diperankan artis Luna Maya itu bahkan mampu menyedot sekitar 1.962.242 penonton hanya dalam kurun waktu delapan hari.

Film produksi Soraya Intercine Film itu terinspirasi dari film horor yang populer di era 1970-an, Beranak Dalam Kubur, yang diperankan mendiang artis Suzanna. Film yang dirilis 15 November 2018 itu sengaja dibuat memang untuk menghidupkan kembali sosok Suzanna, yang akrab disebut sebagai ratu film horor.

Nah, di Semarang konon ada satu lokasi yang pernah digunakan Suzanna untuk syuting film Beranak Dalam Kubur. Lokasi itu tak lain adalah sebuah rumah tua yang terletak di Jl. Teuku Umar, Kota Semarang.

Rumah yang berada di tanjakan Jatingaleh itu, sepintas memang tampak menyeramkan. Apalagi jika dilihat dari kejauhan.

Berada di kawasan perbukitan Jatingaleh, bangunan dua lantai itu dikelilingi berbagai macam pepohonan, yang mayoritas bunga kamboja. Meski cat yang menempel di dinding terlihat baru, hal itu tak mengurangi kesan angker bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 3.600 meter persegi itu.

Terlebih lagi jika melihat ke arah ruangan yang berada di lantai kedua. Ruangan di lantai kedua tampak kosong dan gelap, menambah kesan horor pada rumah peninggalan zaman penjajahan Belanda itu.

Nursahit berdiri di samping tangga dari kayu jati di rumahnya yang telah berusia satu abad lebih di kawasan Jatingaleh, Kota Semarang, Sabtu (24/11/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Pemilik rumah, Kolonel Purn. Nursahit, 82, mengaku rumah yang ditempatinya itu merupakan peninggalan seorang warga keturunan Tionghoa, Gwi Tian Ji. Gwi yang semasa hidup dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Semarang, membangun rumah seluas 800 meter persegi itu pada tahun 1910.

“Saat masa pemerintahan Presiden Soekarno, rumah ini menjadi salah satu aset milik warga yang dinasionalisai atau diambil pemerintah. Oleh pemerintah kemudian digunakan sebagai asrama prajurit TNI. Nah, syuting film Suzanna itu dilakukan saat rumah ini masih berstatus asrama [rumah dinas] TNI. Kalau enggak salah sekitar tahun 1972,” ujar Nursahit saat dijumpai Semarangpos.com, Sabtu (24/11/2018).

Nursahit tidak tahu secara pasti film apa yang diproduksi di rumahnya tersebut. Meski demikian, ia menduga film tersebut adalah Beranak Dalam Kubur. Keyakinan itu tak lain karena saat syuting, artis pendukung lainnya, seperti Mieke Widjaja, yang menjadi lawan main Suzanna di film tersebut,

Nursahit menambahkan, dirinya membeli rumah itu sekitar tahun 1978. Ia membeli rumah itu setelah dilepas pihak TNI.

Uji nyali

Selama puluhan tahun menempati rumah itu, suka duka kerap dialami Nursahit. Mulai dari mahalnya biaya perawatan, hingga kerap didatangi para pemburu hantu atau lokasi uji nyali karena dianggap ditempati banyak mahkluk halus.

“Dulu banyak yang sering datang. Biasanya sekitar pukul 12 malam. Alasannya pada mau menyepi di lantai dua. Saya sih enggak masalah. Saya persilakan, wong di atas juga enggak ada yang menempati alias kosong,” ujar Nursahit.

Cucu Nursahit, Reza Gustaf, menunjukkan ruangan kosong di rumah tua yang pernah menjadi lokasi syuting Suzanna di Semarang, Sabtu (24/11/2018). (Semarangpos.com-Imam Yuda S.)

Nursahit mengaku sebenarnya tidak ada hantu di rumahnya. Rumahnya hanya terkesan angker karena merupakan bangunan kuno dan peninggalan zaman Belanda.

Cucu Nursahit, Reza Gustaf, mengaku tak pernah diganggu mahkluk halus selama puluhan tahun tinggal di rumah kakeknya. Menurutnya, rumah kakeknya saat ini jauh dari kata menyeramkan karena dihuni puluhan orang sebagai penyewa indekos.

“Perasaan takut itu sebenarnya berasal dari diri kita sendiri. Kalau kita takut ada hantu, ya pasti nanti bakal ada hantunya. Jangankan di rumah ini, di mana saja pasti ada,” ujar alumnus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang itu.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya