Wagub Jateng Minta Ulama Cegah Perbedaan Politik Pecah Bangsa

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin. (Antara/Heru Suyitno)
27 November 2018 04:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin meminta para ulama meningkatkan peran aktif mereka guna menjaga situasi kondusif di daerah masing-masing, terutama menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Ia tak ingin perbedaan pandangan politik berujung dengan perpecahan bangsa.

"Saya minta peran ulama ditingkatkan lagi dalam menjaga situasi kondusif wilayah, orang bisa menyusupkan satu atau dua kalimat untuk memecah negara. Dengan munculnya pemberitaan hoaks, maka kita sebagai warga negara memiliki kewajiban yang sama, yaitu bagaimana menjaga lingkungan kita dari ancaman tersebut," kata Wagub Taj Yasin di Semarang, Jateng, Senin (26/11/2018).

Wagub menjelaskan momentum-momentum besar di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran ulama, apalagi sejak masa penjajahan, ulama gencar menggelorakan semangat rakyat untuk berjuang mewujudkan kemerdekaan bangsa. Saat ini, terang Yasin, peran ulama dalam mengisi kemerdekaan adalah membangun karakter generasi muda yang berbudi pekerti sehingga bisa menghormati jasa para pahlawan, orang tua, guru, dan masyarakat yang ada di sekelilingnya.

"Mereka juga akan menjunjung keutuhan NKRI, sehingga tidak mudah dipecah belah oleh berita bohong atau hoaks," ujarnya.

Putra kiai kharismatik Maemoen Subair yang akrab disapa Gus Yasin ini menyebutkan jika Indonesia tidak dapat dilepaskan dari peran ulama untuk membentuk karakter karena madrasah tertua adalah madrasah pondok pesantren. Mantan anggota DPRD Jawa Tengah itu juga tidak ingin perbedaan pilihan politik berujung pada perpecahan warga.

"Saya berharap, warga Jawa Tengah dapat menunjukkan kedewasaan berpolitik dan senantiasa menjunjung kerukunan hidup. Demokrasi yang dewasa adalah demokrasi yang dilatarbelakangi dengan kebebasan, bebas menentukan pilihan, tidak ada intimidasi, tekanan, ataupun paksaan untuk memilih seseorang," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara