Sudah Penghujan, BPBD Temanggung Masih Distribusikan Air ke 4 Desa

BPBD Temanggung mendistribusikan air bersih di salah satu daerah kekeringan di kabupaten itu. (Antara/Heru Suyitno)
27 November 2018 11:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, hingga awal musim penghujan ini masih harus mendistribusikan bantuan air bersih di empat desa.

Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Gito Walngadi, menyebutkan keempat desa tersebut adalah Desa Kalimanggis di Kecamatan Kaloran, Desa Tanggulanom di Kecamatan Selopampang, Desa Wonotirto di Kecamatan Bulu, dan Desa Gedekan di Kecamatan Tlogomulyo.

"Memang saat ini telah memasuki musim hujan, namun empat desa tersebut masih memerlukan bantuan air bersih, karena sumber air di daerah tersebut belum bisa dimanfaatkan," katanya di Temanggung, Jateng, Senin (26/11/2018). Menurutnya, pada akhir November, akan dilakukan evaluasi dan apabila memang daerah tersebut tidak lagi memerluakan distribusi air bersih, maka bantuan akan dihentikan seperti daerah lainnya.

Gito mengatakan sebelumnya pada musim kemarau tahun ini pihaknya mendistribusikan air bersih ke 82 dusun di 30 desa yang tersebar di 12 kecamatan, antara lain Kaloran, Kandangan, Kranggan, Pringsurat, Selopampang, Bulu, Tlogomulyo, Gemawang, dan Candiroto. BPBD Temanggung telah mendistribusikan air bersih ke daerah kekeringan sejak 17 Juni 2018 dengan menggunakan mobil tangki milik BPBD, Dinas Sosial, PDAM, DPU, dan PMI.

"Meskipun belum dapat menyebutkan jumlah keseluruhan air bersih yang telah didistribusikan, dia menuturkan sejak awal dimulainya dropping air bersih BPBD melakukan distribusi air bersih rata-rata 16 tangki setiap hari," ujarnnya.

Ia mengatakan anggaran yang digunakan bersumber dari APBD murni Kabupaten Temanggung, bantuan pihak swasta, dan APBD Perubahan Kabupaten Temanggung 2018. "Sejak 11 Oktober 2018 kami menggunakan dana APBD perubahan senilai Rp150 juta atau setara untuk menyalurkan 600 tangki," katanya.

Menurut dia, musim kemarau tahun ini cukup ekstrem, berbeda dengan tahun 2016 dan 2017 yang kondisinya kemarau basah sehingga tidak banyak daerah yang memerlukan bantuan air bersih. 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara