Penerimaan PBB Semarang Surplus Rp50 M

Ilustrasi pegawai kantor pajak menyiapkan tanda terima surat Wajib Pajak. (Antara/Bambang Dwi Marwoto)
27 November 2018 16:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Badan Pendapatan Daerah Kota Semarang menyebutkan penerimaan pajak bumi dan bangunan (PBB) pada tahun ini telah melebihi Rp50 miliar.

"Dari target yang ditetapkan selama 2018 senilai Rp385 miliar, penerimaan PBB sudah mencapai Rp435 miliar," ungkap Kepala Bapenda Kota Semarang Yudi Mardiana di Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (26/11/2018). Hal itu diungkapkannya seusai penyerahan hadiah rumah kepada pembayar pajak tepat waktu yang dimenangkan oleh Sulasih, warga Jl/ Syuhada, Kelurahan Penggaron Lor, RT 001/RW 004, Genuk, Kota Semarang.

Atas surplus dalam penerimaan PBB itu, Yudi menyampaikan apresiasinya dengan semakin tingginya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak yang sudah menjadi kewajibannya. Menurut dia, selama ini Bapenda juga telah melakukan berbagai upaya untuk menggenjot penerimaan pajak, mulai sosialisasi dengan jemput bola di kelurahan hingga mal.

Selain PBB, kata dia, ada 11 pajak daerah lainnya yang akan didorong pencapaiannya, seperti pajak restoran, pajak hiburan, dan bea perolahan atas tanah dan bangunan (BPHTB). "Seperti BPHTB, yakni pajak yang dikenakan atas perolahan hak atas tanah dan bangunan. Ini masih terkait dengan PBB. Kalau penerimaan BPHTB saat ini sudah 87 persen dari target Rp375 miliar," katanya.

Pemberian hadiah rumah bagi pembayar PBB tepat waktu itu, kata dia, juga menjadi salah satu langkah Bapenda untuk mendorong penerimaan pajak dari masyarakat. "Ini sebagai apresiasi kami kepada wajib pajak, utamanya PBB yang membayar tepat waktu. Setiap tahun, kami berikan undian berhadian untuk memacu para wajib pajak," katanya.

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu mengatakan hadiah rumah itu merupakan apresiasi Pemerintah Kota Semarang kepada masyarakat yang taat membayar pajak. "Jadi, ini adalah salah satu upaya pemkot memberikan apresiasi agar masyarakat semakin taat dan tepat waktu dalam membayar pajak. Pajak diperlukan untuk percepatan pembangunan," kata Ita, sapaan akrabnya.

Sementara itu, Sulasih yang menjadi pemenang undiah PBB itu mengaku senang mendapatkan hadiah rumah meski sempat tidak percaya ketika diberitahu pihak kelurahan. "Saya dikabari Bu Dwi [petugas kelurahan] kalau dapat rumah. Saya pikir bercanda, masih tidak percaya soalnya. Kemudian dijelaskan kalau nama saya muncul dalam undian," katanya.

Sampai sekarang, Sulasih belum memutuskan mau diapakan rumah hadiah itu karena keempat anaknya sudah berkeluarga dan punya rumah sendiri, demikian pula dirinya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara