Walhi Gembleng Pemuda Jateng Pahami Perubahan Iklim dan EBT

Peserta Youth Climate Camp 2018 yang digelar Walhi Jateng berfoto bersama di sela-sela kegiatan di Limbangan, Kendal, Jumat-Minggu (23-25/11 - 2018). (Semarangpos.com/Walhi Jateng)
27 November 2018 23:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Selama tiga hari, sejak Jumat-Minggu (23-25/11/2018), salah satu organisasi lingkungan hidup terbesar di Tanah Air, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) mengelar kegiatan bertajuk Youth Climate Camp (YCC) 2018 di Villa Greenland, Gonoharjo, Limbangan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah (Jateng).

Sekitar 40 pemuda dari berbagai daerah di Jateng turut serta dalam kegiatan perkemahan yang digelar untuk meningkatkan kepedulian generasi muda terhadap perubahan iklim dan energi baru terbarukan (EBT).

Ketua Panitia YCC 2018, Abdul Ghofar, mengatakan 40 pemuda yang dipilih mengikuti event tersebut berasal dari berbagai latar belakang pendidikan. Mereka dipilih berdasarkan proses seleksi dengan cara mengirimkan karya bertema perubahan iklim dalam bentuk tulisan, video pendek, infografis, maupun karya ilmiah.

Konsep YCC 2018 yang digelar dalam bentuk perkemahan bertujuan agar peserta bisa melebur dengan alam untuk merasakan adanya perubahan iklim di sekitar mereka, seperti pemanasan global dan perlunya EBT dan energi bersih.

“Di tengah pemanasan global yang terus terjadi, bumi tak bisa hanya ditempati. Ia harus dijaga dengan tidak melakukan eksploitasi secara besar-besaran. Kami mendorong anak muda mengetahui dampak perubahan iklim dan membuat mereka sadar akan pentingnya energi bersih,” ujar Ghofar kepada Semarangpos.com, Selasa (27/11/2018).

Peserta Youth Climate Camp 2018 yang digelar Walhi Jateng berfoto bersama di sela kegiatan di Limbangan, Kendal, Jumat-Minggu (23-25/11/2018). (Istimewa-Walhi Jateng)

Selama tiga hari pelaksanaan YCC 2018, peserta diajak untuk dekat dengan alam melalui konsep berkemah. Peserta juga mendapat materi terkait isu perubahan iklim dan tantangan implementasi energi bersih terbarukan dari berbagai praktisi seperti Arif dari Kemitraan Partnership, Yan Yan Achdiansyah dari I Care Indonesia, Bappeda Jateng, dan Ivan Wagner Bakara dari YLBHI-LBHI Semarang.

Selama mengikuti pelatihan, peserta tampak antusiasi. Mereka juga terlibat dalam diskusi yang mengkritisi kebijakan pemerintah yang dirasa belum pro terhadap lingkungan hidup.

Dalam kesempatan itu, peserta YCC 2018 juga diajak mengunjungi lokasi pembangkit listrik ramah lingkungan mikrohidro di Dusun Candi Promasan, Desa Ngesrepbalong, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal.

Lokasi pembangkit listrik mikrohidro ini berada di kampung pemetik teh yang sekaligus menjadi basecamp pendakian Gunung Ungaran. Kampung Promasan merupakan kampung tertinggi di Kabupaten Kendal yang sejak awal berdirinya kampung tahun 1983 belum pernah mendapatkan pasokam listrik PLN.

"Kami tunjukkan ke peserta, potensi air melimpah bisa menciptakan listrik. Tak melulu dari bahan bakar fosil yang senyatanya merusak lingkungan dan memicu pemanasan global,” ujar Ghofar.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya