Sambut Dies Natalis, Mahasiswa UKSW Pamer Inovasi

Suasana pameran karya dan pengabdian masyarakat UKSW di Balairung Universitas, Selasa-Rabu (27-28 - 11). Kegiatan ini terbuka untuk umum dan gratis. (Istimewa/Biro Humas UKSW Salatiga)
28 November 2018 06:50 WIB Imam Yuda Saputra Semarang Share :

Semarangpos.com, SALATIGA Suasana berbeda terlihat di Balairung Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Rabu (27/11/2018). Puluhan benda, seperti tepung, makanan, hingga robot, terhampar di ruangan gedung kampus yang terletak di Jl. Diponegoro, Salatiga itu.

Benda-benda itu tak lain merupakan hasil karya atau inovasi mahasiswa dan dosen UKSW. Hasil karya itu memang sengaja dipamerkan dalam acara Pameran Karya dan Pengabdian Masyarakat 2018 guna menyambut Dies Natalis ke-62 UKSW Salatiga yang jatuh pada Jumat (30/11/2018) nanti.

Di antara stan yang memamerkan hasil inovasi civitas academica kampus UKSW itu ada satu yang menarik perhatian pengunjung. Stan itu tak lain adalah stan produk tepung mocavino dan olahannya, karya salah satu peneliti UKSW Salatiga, Veni Nugroho.

Veni mengaku karya yang dipamerkan merupakan olahan produk pangan dari tepung singkong atau mocaf yang telah dimodifikasi.

“Kami memperkenalkan berbagai olahan produk pangan yang berbahan tepung singkong. Tepung singkong merupakan produk unggulan kami, dan telah melalui hasil riset, serta formulasinya hampir sama dengan tepung terigu. Bahkan tepung singkong ini termasuk free gluten, karena memiliki kandungan rendah gula sehingga baik untuk dikonsumsi,” jelas Venny dalam keterangan resmi yang diterima Semarangpos.com, Rabu.

Adapun produk pangan dari tepung singkong yang dipamerkan dalam kegiatan ini antara lain cupcake, kue kering, makanan tradisional, egg roll, bakso, mi, dan berbagai olahan jajanan lainnya.

Selain produk olahan dari tepung singkong, dalam pameran itu juga dipajang robot sepak bola dan robot pemadam api karya mahasiswa Fakultas Teknik Elektronika dan Komputer (FTEK). Kedua robot ini sudah kerap diikutsertakan dalam lomba nasional dan sering memenangi kejuaraan.

“Kami juga membawa satu hasil penelitian mahasiswa yakni alat pemanen kabut atau bisa disebut fog maker. Alat ini berfungsi untuk mengubah kabut menjadi air, bahannya cukup sederhana hanya menggunakan kawat ram dengan lubang paling kecil. Prinsip kerjanya kami terinspirasi daun talas,” kata salah satu mahasiswa FTEK UKSW Salatiga, Mitzal Ghapiqi.

Sementara itu, koordinator pameran, Deddy Susilo, mengatakan pameran tersebut digelar untuk memperkenalkan karya inovasi civitas academica UKSW Salatiga. Produk yang dipamerkan merupakan karya yang paling inovatif, bermanfaat, dan memberi dampak sosial.

“Dalam pelaksanaanya kami melibatkan empat belas fakultas dan berbagai pusat studi di UKSW untuk turut berpartisipasi. Beberapa produk yang dipamerkan berupa alat teknologi tepat guna, alat peraga pendidikan, media pembelajaran, produk herbal, produk fermentasi, buku hasil karya dosen dan kebijakan publik, serta seni dan kreatifitas,” terang Deddy.

Deddy menambahkan, pameran tersebut akan berlangsung hingga Kamis (28/11/2018). Dirinya juga mengundang masyarakat Salatiga untuk hadir dan meyaksikan pameran karya karena banyak hasil inovasi civitas academica UKSW yang bermanfaat untuk masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya