Gara-Gara Kelompok Tani Padi Organik, Jateng Diganjar Penghargaan BI

Gubernur Ganjar Pranowo berfoto bersama Mustofa dari Gapoktan Al Barokah penerima Bank Indonesia Award 2018 Klaster terbaik pendukung ketahanan pangan kategori pengendalian inflasi, sub sektor klaster tanaman pangan. (Bisnis)
28 November 2018 02:50 WIB Alif Nazzala Rizqi Semarang Share :

Semarangpos.com, SEMARANG — Provinsi Jawa Tengah menerima penghargaan atas keberhasilan membina klaster terbaik pendukung ketahanan pangan nasional kategori Pengendali Inflasi Sub Sektor Klaster Tanaman Pangan. Adalah keberhasilan Kelompok Tani Padi Organik Al-Barokah, Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jateng yang membuahkan penghargaan tersebut

Penghargaan tersebut diberikan oleh Bank Indonesia (BI) di Assembly Hall Jakarta Convention Center, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (27/11/2018). Hadir dalam kesempatan itu, Presiden Joko Widodo, sejumlah menteri kabinet kerja dan seluruh gubernur di Indonesia, termasuk Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.

Dalam kesempatan itu, Ganjar mengaku bangga ada perwakilan dari Jawa Tengah yang mendapat penghargaan tersebut. "BI memberikan penghargaan kepada beberapa tokoh, tidak hanya dari dunia perbankan, namun juga yang memiliki semangat usaha. Dan ternyata dari Jateng ada satu, yakni Kelompok Tani Al-Barokah dari Susukan binaan Pemprov Jateng. Ini sangat membanggakan," kata Ganjar dalam keterangan resminya.

Lebih lanjut Ganjar menerangkan, apa yang dilakukan oleh Kelompok Tani Al-Barokah merupakan revolusi besar dari berbagai bidang. Pertama, pertanian mereka terjaga karena organik dan tidak tergantung pada pupuk kimia dan kualitas beras yang dihasilkan juga bagus dan bernilai tinggi. "Yang menarik, ini terus tumbuh tiap tahun dan luasannya terus bertambah. Ini sangat inspiratif makanya mendapat penghargaan," terangnya.

Ganjar mengatakan sudah beberapa kali menengok sistem kerja Kelompok Tani Al-Barokah tersebut. Dirinya berharap apa yang diraih ini menjadi penyemangat untuk berbuat lebih baik. "Saya meminta kepada Kelompok Tani Al-Barokah agar tolong tetanggamu, temanmu dan kelompok tani lainnya ditulari ilmu dan pengalaman, agar pertanian Jawa Tengah semakin maju dan berkembang," katanya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Al-Barokah Susukan, Mustofa mengaku senang dengan penghargaan yang diberikan oleh BI tersebut. Penghargaan itu akan semakin menambah motivasi dan semangat anggota kelompok tani. "Senang sekali, jerih payah teman-teman petani mendapatkan hasil maksimal. Apa yang kami lakukan sejak tahun 1998 tidak sia-sia dan sekarang mendapat penghargaan ini," kata dia.

Mustofa menerangkan, Kelompok Tani Al-Barokah merupakan kelompok tani yang fokus pada pengembangan padi organik. Kelompok tani ini memiliki anggota 872 petani dengan luasan lahan mencapai 200 ha. "Ke depan, kami akan terus menambah luasan lahan dan merangkul lebih banyak teman-teman petani lainnya agar fokus pada pertanian organik. Tentu kualitas produk juga akan semakin kami tingkatkan," tambahnya.

Mustofa menerangkan, hasil pertanian organik saat ini banyak dilirik oleh para konsumen. Dengan menekuni pertanian organik maka kesejahteraan petani akan semakin meningkat. "Sekarang saja anggota kami banyak yang sejahtera karena hasil pertanian organik ini. Sebagai perbandingan, beras biasa mungkin hanya dihargai paling mahal Rp9.000 perkilogram, namun beras organik bisa dihargai Rp15.000 perkilogram," pungkasnya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Bisnis