Pemkab Batang Teken LoI Rp8,58 Triliun, untuk Apa?

Bupati Batang Wihaji dan Direktur PT Rimba Wood Asi Lestari Rudi Halim melakukan penandatangan Letter of Intent (LoI), Selasa (27/11 - 2018). (Antara/Kutnadi)
28 November 2018 05:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, BATANG — Pemerintah Kabupaten Batang menandatangai letter of intent atau surat resmi bisnis dengan tiga perusahaan senilai Rp8,58 triliun,

Bupati Batang Wihaji mengatakan bahwa saat ini Kabupaten Batang telah menjadi daya pikat sejumlah perusahaan asing maupun domestik karena di wilayah ini memiliki sumber daya alam (SDA) dan sumber energi yang berlimpah serta situasi yang kondusif untuk berbisnis. "Kami berhasil memikat dan menyakinkan pada investor untuk tertarik menanamkan modalnya. Hasilnya, ada tiga investor yang berminat dan meneken LoI bersama pemkab dengan nilai investasi triliun rupiah," katanya di Batang, Selasa (27/11/2018).

Ia mengatakan penandatangan LoI dengan tiga perusahaan ini juga berkat dukungan masyarakat yang mampu menciptakan kondusivitas wilayah sehingga para investor merasa nyaman untuk berinvestasi yang saling menguntungkan. Pada penandatanganan tersebut, kata dia, ada PT Rimba Wood Arsi Lestari yang ingin berivestasi senilai Rp550 miliar, PT Java Wood Industri senilai Rp30 miliar, dan  PT Opsico Baruna Consortium senilai Rp8 triliun.

Menurut dia, PT Rimba Wood Arsi Lestari yang bergerak di bidang furnitur ini bakal menyerap sekitar 2.500 tenaga kerja, PT Java Wood Industri menyerap 500 tenaga kerja, dan PT Opsico Baruna Consurtium yang bergerap pada usaha migas dan barang ini menyerap sekitar 2.000 tenaga kerja. Keikutsertaan Pemkab Batang yang secara rutin berpromosi di Central Java Investment Business Forum (CJIBF), kata dia, memiliki dampak positif yang luar bisa dalam pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi, dan memberikan kesempatan peluang lapangan kerja yang lebih luas pada masyarakat.

"Pada acara CJIBF 2018 melalui penandatangan LoI, nilai penanaman modal invesotor di Kabupaten Batang mencapai Rp8,58 triliun," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Sumber : Antara