Cegah Bocah Stunting, PKK Kudus Gelar Seminar

Dokter spesialis anak Abdul Hakam memberikan materi pada Seminar Kesehatan: Pencegahan Stunting Menuju Kudus Sehat di Pendapa Kabupaten Kudus, Jateng, Selasa (27/11 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
28 November 2018 01:50 WIB Newswire Semarang Share :

Semarangpos.com, KUDUS — Kudus menggelar Seminar demi mencegah kondisi anak tumbuh pendek atau stunting. Dokter spesialis anak Abdul Hakam dihadirkan sebagai pembicara dalam Seminar Kesehatan: Pencegahan Stunting menuju Kudus Sehat di Pendapa Kabupaten Kudus, Jawa Tengah itu, Selasa (27/11/2018).

Ketua Panitia Seminar Kesehatan Wahyu Yusianto mengungkapkan seminar dihadiri sejumlah organisasi profesi mulai dari dokter, bidan, perawat dan petugas farmasi, ibu-ibu aktivis Pembinaan Kesejahteraan Keluarga, maupun organisasi perempuan di Kudus.  Sementara itu, Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kudus Sa'diyah mengajak semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama memerangi stunting dengan menerapkan pola hidup sehat dan lingkungan yang sehat.

"Ibu hamil juga harus rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk pertumbuhan balita juga bisa dideteksi ketika ada gangguan pertumbuhan," ujarnya.

Dalam seminar itu, Abdul Hakam mengungkapkan bahwa kondisi anak pendek atau stunting bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini demi mengungkap ada atau tidaknya permasalahan kesehatan akibat kekurangan gizi. "Penyebab utama anak gagal mencapai tinggi badan sesuai potensi genetiknya karena kekurangan gizi maupun akibat terjadinya infeksi," ujarnya.

Menurut dia, penanggulangan balita pendek yang paling efektif dilakukan pada 1.000 hari pertama kehidupan. Upaya intervensi gizi spesifik kelompok 1.000 hari pertama kehidupan, katanya, dimulai sejak ibu hamil, menyusui, dan anak usia 0-23 bulan.

Oleh karena itu, dia menyarankan janin perlu diberikan asupan gizi yang baik dan seimbang serta pemeriksaan kesehatan ibu selama masa kehamilan untuk memastikan berat badan ibu sesuai dengan usia kehamilan. Ketika anak sudah lahir, lanjut dia, bisa dideteksi dengan melakukan pengukuran antropometri yang tepat, meliputi berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan dan disproporsi tubuh.

"Jika diketahui tidak ideal maka bisa diberikan asupan gizi yang cukup agar tidak terjadi stunting," ujarnya.

Ia menyarankan masa kehamilan pada usia remaja dikurangi dan hamil dekat juga perlu dikurangi. Ia juga mengingatkan bahwa mayoritas ibu hamil malas jalan kaki setiap pagi, padahal itu sangat bermanfaat untuk menurunkan preeklamsia atau komplikasi pada kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah tinggi.

Penanggulangan stunting, katanya, tidak mudah karena diperlukan komitmen pemerintah yang kuat, termasuk pelaksanaan program multisektor yang terintegrasi, berkesinambungan.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

 

Sumber : Antara